Sabtu, April 13, 2024
Beranda blog Halaman 2

Sekolah di Al-Bahjah, Tempat Berkembangnya Prestasi dan Akhlak Mulia

0

Sekolah di Al-Bahjah, Tempat Berkembangnya Prestasi dan Akhlak Mulia – Pendidikan adalah tonggak utama dalam membentuk karakter dan mempersiapkan generasi penerus yang unggul. Bagi orangtua yang peduli akan pendidikan anak, SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah menawarkan paket lengkap untuk membekali buah hati dengan akhlak Al-Qur’an dan prestasi gemilang.

Siswa SMAIQU AL Bahjah sedang melaksanakan kegiatan upacara bendera

Prestasi Gemilang Melalui Pendidikan Berkualitas

SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah bukan sekadar lembaga pendidikan biasa. Mereka telah membuktikan eksistensinya dalam menghasilkan siswa-siswa berprestasi tinggi. Dengan didukung kurikulum yang komprehensif dan tenaga pendidik yang berkualitas, sekolah ini menjadi tempat yang ideal untuk mengejar prestasi akademis yang gemilang.

Ananda, M.Rahmatan Lil Alamin (Juara 1 Tingkat Provinsi Jawa Barat)
Pada Kompetisi Olimpiade Bahasa Arab Nasional (OBA) Ke-6 Tahun 2023

Siswa-siswa diberdayakan untuk mengembangkan potensi diri mereka di berbagai bidang, mulai dari ilmu pengetahuan, seni, olahraga, hingga kepemimpinan. Hasilnya, setiap siswa memiliki peluang untuk unggul dalam berbagai kegiatan dan mendapatkan pengalaman berharga yang akan membentuk karakter mereka. (Baca juga : Santri SMAIQU AL Bahjah Raih Medali Perak OBA-6 )

Akhlak Mulia Sesuai Ajaran Al-Qur’an

SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap pembentukan akhlak mulia sesuai ajaran Al-Qur’an. Melalui pendekatan islami yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, siswa diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan toleransi.

Pendidikan agama Islam bukan hanya sebatas mata pelajaran, tetapi menjadi bagian integral dari kehidupan di sekolah. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, penuh empati, dan bertanggung jawab.

Pendaftaran Mudah Melalui PSB Al-Bahjah

Bagi orangtua yang tertarik memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati mereka, SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah membuka Penerimaan Siswa Baru (PSB). Proses pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui psb.albahjah.or.id atau langsung di Stand Pendaftaran PSB Formal melalui desty.page/sekolah.albahjah.

Informasi Lebih Lanjut dan Kontak

  • Humas PSB: 082121320575
  • Humas SDIQu: 081222388117
  • Humas SMPIQu: 082217279997
  • Humas SMAIQu: 085155119239

Ikuti Perkembangan Sekolah di Instagram

Dapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan di SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah dengan mengunjungi akun Instagram mereka di s.id/SekolahAl-Bahjah.

Kegiatan Rihlah SDIQU Al Bahjah

Bergabunglah dengan komunitas SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah untuk memberikan fondasi yang kokoh bagi masa depan gemilang buah hati Anda. Segera daftarkan mereka melalui PSB Al-Bahjah dan saksikan perkembangan positif anak-anak Anda di bawah bimbingan pendidikan yang holistik dan islami. (admin)

Membaca atau Merenungi Al-Qur’an Mana yang Lebih Baik? Buya Yahya

0

Dalam sebuah ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya dalam majelis di LPD AL Bahjah, beliau membahas perbedaan antara membaca Al-Qur’an secara kuantitatif dan kualitatif. Dalam artikel Membaca atau Merenungi Al-Qur’an Mana yang Lebih Baik? Buya Yahya ini, kita akan mengulas beberapa poin penting yang dibagikan oleh Buya Yahya, membahas apakah lebih baik membaca banyak ayat ataukah merenungkan makna dari setiap ayat yang dibaca.

Membaca atau Merenungi Al-Qur'an? Mana yang Lebih Baik? Buya Yahya

Memahami Keistimewaan Al-Qur’an

Buya Yahya menekankan keistimewaan Al-Qur’an, di mana membacanya bahkan tanpa memahami maknanya tetap memberikan pahala. Beliau menyoroti bahwa meskipun seseorang mungkin tidak memahami isi Al-Qur’an, tetapi tetap mendapatkan kebaikan dan pahala dari setiap huruf yang dibacanya.

Membaca dengan Tadabur

Buya Yahya menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan penuh tadabur atau merenungi makna-makna yang terkandung di dalamnya. Ia memberikan contoh bahwa membaca lima atau sepuluh ayat dengan merenungi maknanya jauh lebih bernilai dibandingkan membaca puluhan ayat tanpa memahami kontennya.

Pemahaman yang Diberikan Langsung oleh Allah

Beliau menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tulus hati akan memberikan pemahaman yang diberikan langsung oleh Allah. Meskipun seseorang mungkin tidak memahami makna ayat-ayat secara detail, hatinya akan dipenuhi dengan ketenangan dan keimanan yang kuat.

Perlahan-Lahan Membaca dan Merenung

Buya Yahya memberikan saran bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an dengan membaca terjemahannya secara perlahan-lahan. Ia menekankan bahwa proses ini adalah bentuk tadabur, di mana seseorang berusaha memahami makna dari setiap ayat yang dibaca.Sah sah saja bahkan bagus bila anda membaca alquran sembari membaca artinya, karena memang ada beberapa ayat yang memang tidak memerlukan penafsiran khusus ataupun bantuan ulama untuk memahaminya.

Pentingnya Bimbingan Ulama

Namun ada juga bebrapa ayat yang tidak mungkin kita pahami dengan sendirinya, karena memerlukan beberapa perangkat untuk memahaminya. Dalam proses memahami Al-Qur’an, Buya Yahya menyoroti pentingnya mendapatkan bimbingan dari ulama yang memiliki pemahaman yang mendalam terhadap Tafsir Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa beberapa ayat memerlukan penjelasan dari hadis Nabi SAW dan pemahaman para sahabat.

Durasi Membaca vs. Banyaknya Ayat

Sebagai jawaban atas pertanyaan apakah lebih baik membaca banyak ayat atau merenungi, Buya Yahya memberikan analogi dengan ibadah shalawat. Beliau menekankan bahwa durasi dan kualitas ibadah lebih penting daripada jumlah. Contohnya, membaca Al-Qur’an selama satu jam dengan merenungkan maknanya lebih bernilai daripada membaca banyak ayat tanpa merenungi.

Masih berkaitan dengan durasi vs Jumlah, Buya Yahya memberikan contoh dalam hal sholawat atau zikir, dimana kebanyakan orang karena fokus pada jumlah bilangan zikir, maka kualitasnya biasanya akan berkurang atau terburu-buru. Padahal 1000 zikir dalam waktu 30 menit, tidak lebih baik dari 500 zikir dalam waktu 1 jam. Keduanya baik, namun Buya Yahya memberikan nasehat bahwa lebih baik kita fokuskan pada durasi dibanding jumlah bilangan. Lebih jelasnya bisa anda saksikan pada video dibawah ini :

Lebih Bagus Membaca atau Merenungi Al-Qur’an? | Buya Yahya

Jadi Membaca atau Merenungi Al-Qur’an Mana yang Lebih Baik?

Dari ceramah Buya Yahya, kita dapat menyimpulkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan merenungkan maknanya lebih bernilai daripada membaca banyak ayat tanpa memahami. Meskipun kuantitas juga penting, kualitas dalam memahami dan merenungi setiap ayat memiliki dampak yang lebih mendalam pada hati dan iman seseorang. Oleh karena itu, dalam mengejar keberkahan dalam membaca Al-Qur’an, tadabur dan pemahaman yang mendalam perlu ditekankan. Namun jangan khawatir, Al quran memiliki keistimewaan bahwa walaupun anda tidak memahami tafsirnya, anda tetap mendapatkan pahala dengan membaca alquran, dan insya Allah anda akan diberikan pemahaman oleh Allah SWT. Semoga artikel Membaca atau Merenungi Al-Qur’an Mana yang Lebih Baik? Buya Yahya ini dapat bermanfaat bagi kita semua. (admin)

Lowongan Pendamping Santri di Yayasan Al-Bahjah

0

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yayasan Al-Bahjah membuka kesempatan bagi individu yang berkomitmen tinggi untuk bergabung sebagai Pendamping Santri. Sebagai lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembinaan karakter dan spiritualitas, kami mencari sosok yang peduli, berdedikasi, dan memiliki semangat untuk turut serta dalam membentuk generasi bangsa yang berakhlak mulia.

Persyaratan:

  1. Laki-laki dan Perempuan
  2. Belum Menikah
  3. Lulusan Minimal SMA/Pernah Belajar (mondok) di Pondok Pesantren (diutamakan)
  4. Berusia minimal 20 tahun
  5. Berakidah Ahlussunah Wal Jamaah Asy’ariah, Sufiyyah, dan Bermazhab
  6. Tidak Merokok
  7. Berpakaian Muslim Sesuai Syariat
  8. Bersedia Tinggal di Pondok
  9. Bersedia untuk Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Bagi Anda yang merasa memenuhi kriteria di atas, silakan kirimkan semua berkas persyaratan melalui

Kami tunggu Anda untuk menjadi bagian dari pejuangnya Rasulullah SAW.

Apakah Tidur Membatalkan Wudhu? Buya Yahya Menjawab

0

Tertidur merupakan sebuah aktivitas yang manusiawi, dimanapun kita berada jika memang mengantuk berat, otomatis tubuh kita akan tertidur dengan sendirinya. Namun, muncul pertanyaan menarik dalam sebuah majelis ketika seorang jamaah bertanya pada Buya Yahya tentang apakah tidur membatalkan wudhu. Buya Yahya memberikan jawaban yang menarik dengan merujuk pada kisah seorang sahabat Nabi yang tertidur saat menunggu solat berjamaah.

Apakah Tidur Membatalkan Wudhu? Buya Yahya Menjawab

Kisah Sahabat Nabi yang Tertidur

Dalam kisah tersebut, sahabat Nabi tersebut tertidur ketika menunggu waktu solat berjamaah. Ketika terbangun, ia langsung disuruh untuk solat tanpa disuruh berwudhu kembali. Buya Yahya menggunakan kisah ini untuk memberikan penjelasan bahwa tidur tidak secara otomatis membatalkan wudhu.

Tidur Tidak Membatalkan Wudhu Dengan Syarat Ini

Kemudian kisah ini dibaca dan ditafsirkan para ulama terdahulu yang kini masuk ke dalam bahasan fiqih, tidur tidak membatalkan wudhu jika seseorang tertidur dalam posisi duduk atau selama pantatnya masih menempel di lantai. Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa wudhu tidak batal asalkan tidur dilakukan dalam posisi yang tidak mengubah kondisi wudhu, seperti duduk.

Namun, perlu diperhatikan bahwa jika seseorang tertidur dalam posisi berbaring, misalnya, maka wudhunya dianggap batal. Ini karena posisi berbaring dapat menyebabkan terjadinya hal-hal yang membatalkan wudhu, seperti keluarnya gas atau cairan dari tubuh.

Pentingnya Pemahaman Fiqih

Pentingnya memahami hal ini sebagai bagian dari pengetahuan fiqih sehari-hari, karena wudhu merupakan syarat sahnya ibadah salat. Dengan pemahaman yang tepat, umat Muslim dapat menjalankan ibadah salat dengan benar dan sesuai dengan ajaran Islam.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidur tidak secara langsung membatalkan wudhu. Namun, penting bagi setiap individu untuk memahami kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi kebersihan wudhu, seperti posisi tidur. Dengan demikian, umat Muslim dapat menjalankan ibadah salat dengan hati yang tenang dan penuh kekhusyukan. (Baca juga : 6 Rukun Wudhu yang Wajib Diketahui : Pelajaran Buya Yahya)

Demikianlah jawaban Buya Yahya terhadap pertanyaan mengenai apakah tidur membatalkan wudhu. Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadahnya sehari-hari. (Admin)

Hukum Gambar Makhluk Bernyawa dalam Islam : Buya Yahya

0

Hukum gambar makhluk bernyawa dalam islam kadang masih dipertanyakan oleh sebagian besar orang.Masih banyak dari kita yang bertanya tanya, apakah diperbolehkan? Dalam sebuah ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya, terdapat pandangan tegas terkait haramnya gambar-gambar yang memenuhi dua syarat utama, yaitu bernyawa dan berbentuk. Dalam pandangan agama islam, hal ini dijelaskan sebagai suatu yang mutlak dan tanpa debat.

Hukum Gambar Makhluk Bernyawa dalam Islam : Buya Yahya

Jenis Gambar yang Diharamkan

Menurut Buya Yahya, gambar yang diharamkan adalah gambar yang memiliki bentuk dan bernyawa, seperti gambar manusia atau binatang. Syarat pertama adalah gambar tersebut harus memiliki nyawa, dan syarat kedua adalah gambar tersebut harus berbentuk. Oleh karena itu, gambar-gambar semacam itu dianggap sebagai penyebab haram, dan memiliki, menyimpan, atau membuatnya tidak diperbolehkan, kecuali untuk keperluan anak-anak sebagai mainan.

Boleh Asalkan untuk Keperluan Anak Anak

Dalam konteks ini, Buya Yahya menyampaikan bahwa ada pengecualian untuk gambar-gambar yang berbentuk dan bernyawa jika digunakan sebagai mainan untuk anak-anak. Namun, pengecualian ini tidak berlaku untuk gambar-gambar yang memiliki bentuk dan bernyawa untuk keperluan lainnya. Hal ini ditekankan sebagai suatu hukum yang tidak memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Hukumnya jelas, haram tanpa ada perbedaan pendapat sama sekali di kalangan ulama. (Baca juga : Hukum Imunisasi Menurut Pandangan Buya Yahya )

Malaikat Rahmat Enggan Datang Jika Ada Gambar Bernyawa

Buya Yahya juga menekankan bahwa keberadaan gambar-gambar semacam itu dapat mempengaruhi kehadiran malaikat Rahmat di suatu tempat. Menurutnya, malaikat Rahmat tidak akan datang ke tempat yang dihuni oleh gambar-gambar yang diharamkan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi umat untuk memberi perhatian kepada lingkungan sekitarnya, termasuk rumah, tetangga, dan kampung halaman.

Dalam pengajaran Buya Yahya, ia memberikan contoh kasus di mana seseorang yang saleh dan beribadah memiliki gambar-gambar yang diharamkan di depan rumahnya. Meskipun orang tersebut mungkin tidak menyadari dampaknya, keberadaan gambar-gambar tersebut dapat mengakibatkan malaikat Rahmat meninggalkan tempat tersebut, sehingga berkah dalam rumah tersebut menjadi kurang.

Malaikat Rahmat Tak Akan Masuk ke Rumah Jika Ada Hal Ini | Hikmah Buya Yahya

Beritahu Kerabat Atau Tetangga yang Belum Paham dengan Lembut

Buya Yahya juga menyarankan agar pendekatan terhadap mereka yang masih kurang paham mengenai hukum gambar-gambar tertentu harus dilakukan dengan lembut. Ia memberikan contoh tentang seorang tetangga yang memasang gambar-gambar yang diharamkan, bahwa sebaiknya kita tidak merendahkan mereka. Buya Yahya menyatakan bahwa pemahaman yang kurang bisa menjadi alasan, dan oleh karena itu, perlunya memberikan pengertian dengan cara yang lembut.

Dengan demikian, dalam perspektif agama, pemahaman mengenai hukum dan etika gambar memegang peran penting dalam membentuk lingkungan yang berberkah dan menyediakan tempat yang dihadiri oleh malaikat Rahmat. Perlunya kesadaran dan pemahaman terhadap hal ini menjadi suatu aspek penting dalam kehidupan sehari-hari umat.

Lalu Bagaimana Dengan Foto Makhluk Bernyawa ?

Perlu diketahui bahwa yang dibahas diatas adalah terkait dengan gambar atau seni lukis, berbeda lagi hukumnya jika kita berbicara mengenai foto , apakah memajang foto makhluk bernyawa diperbolehkan dalam agama? simak jawaban lengkap dari Buya Yahya dalam video dibawah ini (video ditonton lengkap sampai tuntas yaa, jangan di skip skip)

Hukum Patung, Foto dan Gambar – Buya Yahya Menjawab

Semoga artikel Hukum Gambar Makhluk Bernyawa dalam Islam : Buya Yahya ini dapat menambah pemahaman dan wawasan kita semua. Jangan lupa share artikel ini baik melalu media sosial maupun grup wa yang anda miliki, semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua, aamiin. (Admin)

Boykot Produk Israel sebagai Pemacu Kemajuan Ekonomi Lokal : Buya Yahya

0

Boykot Produk Israel – Pemboikotan produk Israel belakangan ini menjadi topik hangat yang melibatkan banyak pihak. Terlepas dari kontroversi yang muncul, Buya Yahya memberikan inspirasi bijak, menyakinkan bahwa pemboikotan produk Israel justru dapat menjadi pemacu kemajuan ekonomi lokal tanpa harus takut terhadap PHK masal. Mari kita eksplorasi bagaimana langkah ini dapat menjadi kunci menuju masa depan yang lebih cerah.

Menanggapi Tantangan: Boykot sebagai Aksi Nyata

Mengawali pembahasan, kita perlu memahami bahwa pemboikotan produk Israel bukanlah semata aksi politik, tetapi juga langkah nyata dalam menyuarakan solidaritas dan kepedulian terhadap penderitaan di Palestina. Dalam konteks ini, Buya Yahya menawarkan pandangan bahwa pemboikotan dapat menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan global.

Mengubah Kesadaran menjadi Aksi Konkret

Pertama-tama, Buya Yahya menegaskan pentingnya mengubah kesadaran menjadi tindakan konkret. Pemboikotan harus melebihi sebatas retorika belaka dan menjadi bentuk aksi nyata untuk mendukung kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Boykot Produk Israel sebagai Pemacu Kemajuan Ekonomi Lokal : Buya Yahya

Dalam refleksi yang mendalam, perlu kita pertimbangkan dampak moral dari setiap pembelian produk Israel. Bayangkan, jika keuntungan dari pembelian tersebut ternyata menjadi peluru yang memborbardir saudara kita di Palestina, apakah hati kita tidak terasa terpukul? Memboikot produk Israel bukan hanya tindakan politik, tetapi juga ekspresi kepedulian dan empati terhadap penderitaan yang terjadi di Palestina. Dengan menghindari produk Israel, kita mengambil langkah konkret untuk tidak turut serta dalam menyumbang pada kekerasan yang melanda saudara-saudara kita. Menciptakan jarak dari produk-produk yang terlibat dalam konflik tersebut adalah upaya untuk menjaga hati nurani, menyuarakan keadilan, dan memberikan kontribusi positif dalam upaya menjunjung kemanusiaan.

Potensi PHK Masal: Mitos atau Kenyataan?

Salah satu kekhawatiran utama terkait pemboikotan produk Israel adalah potensi terjadinya PHK masal. Namun, Buya Yahya menawarkan perspektif yang berbeda. Dia meyakinkan kita bahwa dengan menghindari produk-produk yang terbukti mendukung Israel, kita justru membuka peluang besar untuk pengembangan usaha lokal.

Mendukung Produk Lokal: Kunci Menuju Kemajuan Ekonomi

Buya Yahya menyarankan agar kita memberikan dukungan aktif kepada produk lokal yang mengusung nilai-nilai kemanusiaan. Dengan tidak mengonsumsi produk-produk yang mendukung Israel, kita dapat memberikan dorongan positif kepada pengusaha lokal, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menggerakkan roda ekonomi.

Peluang Pengembangan Usaha dan Pekerjaan

Artikel ini memperkuat pandangan bahwa pemboikotan produk Israel sebenarnya membuka peluang besar untuk pengembangan usaha dan penciptaan lapangan pekerjaan. Dengan berfokus pada produk lokal, kita dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan mengurangi potensi PHK masal.

(Baca juga : Mendukung Palestina: Permintaan Bantuan Donasi dari Al-Bahjah )

Menghadapi Tantangan dengan Penuh Kepercayaan

Dalam menghadapi konsekuensi pemboikotan, Buya Yahya mengajak untuk melihatnya sebagai tantangan yang dapat diatasi dengan penuh kepercayaan. Dengan memilih produk lokal yang mendukung nilai-nilai kemanusiaan, kita turut berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan.

Boikot Produk Israel !! Nasib Karyawan yang di-PHK Bagaimana ?? | Buya Yahya

Dengan mengadopsi pandangan bijak ini, diharapkan masyarakat dapat lebih percaya diri dalam melakukan pemboikotan produk Israel tanpa takut terhadap PHK masal. Selain menjadi bentuk dukungan terhadap Palestina, langkah ini juga dapat menjadi kunci dalam mewujudkan kemajuan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan. Mari bersama-sama membentuk masa depan yang lebih cerah melalui aksi nyata yang positif. (Admin)

Kontroversi Ayah Nabi Muhammad SAW di Surga atau Neraka : Hikmah Buya Yahya

0

Pertanyaan tentang nasib ayah Nabi Muhammad saw, apakah berada di Surga atau Neraka, menjadi sebuah kontroversi yang menarik perhatian banyak orang. Kontroversi ini muncul dari sebuah hadis sahih yang menyebutkan seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad saw tentang ayahnya. Dalam hadis tersebut, Nabi menjawab dengan mengatakan bahwa ayahku dan ayahmu ada di neraka. Artinya Rasulullah menjelaskan dalam suatu hadi bahwa ayah beliau berada di neraka.

Kontroversi Ayah Nabi Muhammad SAW di Surga atau Neraka : Hikmah Buya Yahya

Hadis ini memang sahih, tetapi tidak mencapai tingkat Mutawatir, yaitu tingkat kepastian yang setara dengan Al-Qur’an. Oleh karena itu, Buya Yahya, seorang ulama yang memahami tingkatan kekuatan dalil, mengajak kita untuk memahami konteks dan prinsip-prinsip pemahaman hadis.

Pertama-tama, Buya Yahya menekankan bahwa dalil itu ada banyak dan ada tingkat kekuatannnya, dimana jika ada dalil yang lebih kuat dan berbeda dengan isi dalil yang tingkatannya berada dibawahnya, maka dalil yang tingkatannya ada dibawahnya harus ditinggalkan.

Buya Yahya menjelaskan bahwa hadis tentang ayah Nabi di Neraka termasuk dalam kategori hadis sahih, namun tidak mencapai tingkat Mutawatir. Meskipun demikian, tidak boleh mengingkari hadis tersebut, karena hadis yang sahih tetap memiliki otoritas. Namun, jika ada dalil yang lebih kuat atau bertentangan, maka dalil yang lebih kuatlah yang harus diikuti.

Pentingnya memahami prinsip-prinsip ini disorot oleh Buya Yahya untuk mencegah kesalahan interpretasi. Dia menekankan bahwa jika ada dalil yang bertentangan dengan dalil Mutawatir atau dalil qat’iah, maka dalil tersebut harus ditinggalkan.

Dalam konteks ini, Buya Yahya merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Allah tidak akan menghukum suatu kaum sebelum datangnya utusan-Nya di tengah-tengah mereka. Ini menunjukkan bahwa setiap kaum yang tidak mendapatkan utusan atau nabi, tidak akan disiksa oleh Allah. ( Baca juga : Hukum Jual Beli Produk-Produk Yahudi dan Nasrani dalam Islam Menurut Buya Yahya )

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa tidak ada utusan Allah yang berdakwah kepada ayah nabi, sehingga tidak mungkin ayah Nabi yang dihukum jika belum mendapatkan dakwah dan petunjuk dari utusan Allah. Prinsip ini sesuai dengan kasih sayang dan keadilan Allah yang tidak akan menyiksa seseorang yang tidak mendapatkan petunjuk. Contoh lainnya adalah bila seorang anak non muslim meninggal dunia , maka dia tidak akan masuk neraka karena anak tersebut belum paham dan belum mendapat dakwah mengenai islam.

Sebagai penutup, Buya Yahya merinci bahwa memahami prinsip-prinsip ini membantu membangun prasangka baik terhadap Nabi dan memahami bahwa ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa Allah tidak akan menyiksa Ayah Nabi Muhammad karena saat itu belum ada utusan Allah yang menyampaikan tentang islam.

Sehingga, konklusi yang diambil adalah bahwa ayah Nabi Muhammad saw, bersama dengan Ayah, Ibu, dan Nabi sendiri, tidak akan disiksa di Neraka, melainkan tempat mereka adalah di Surga, sesuai dengan kasih sayang dan keadilan Allah. wallahualam bissawab . (Admin)

Note : Artikel ini disadur dari video hikmah Buya Yahya yang bisa anda saksikan langsung pada video youtube dibawah ini :

Kontroversi Ayah Nabi Muhammad saw di Surga atau Neraka | Hikmah Buya Yahya

Insya Allah Ampuh : Buya Yahya Ajarkan Doa Agar Hutang Lunas

0

Ketika beban hutang menumpuk, hati dan pikiran seseorang sering kali gelisah mencari solusi. Rasulullah SAW memberikan petunjuk dan doa yang memandu umatnya untuk mencapai keberkahan finansial. Buya Yahya mengajarkan sebuah doa agar hutang lunas , seperti yang diajarkan oleh rasulullah , doa tersebut adalah :

“Allahummak fini bi halalika ‘an haramika wa aghnini bifadhlika ‘aman siwaka.”

Terjemahan dari doa ini adalah: “Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak minta) kepada selain-Mu.” (HR Tirmidzi)

Doa ini tidak hanya sekadar rangkaian kata, namun merupakan kunci spiritual yang membuka pintu keberkahan dalam kehidupan finansial. Mari kita telusuri makna dan implikasi dari doa ini. (Baca juga : Tanggapan Buya Yahya Mengenai Konflik Palestina dan Israel )

1. Menghindarkan Diri dari Yang Haram

Doa ini memulai dengan permohonan untuk dikurniakan rezeki yang halal. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk bersikap tawakal dan berusaha memastikan bahwa sumber rezeki yang diperoleh adalah dari yang halal. Dengan menjauhi yang haram, seseorang membuka pintu keberkahan dan menjaga diri dari dosa.

2. Meminta Cukup dengan Rezeki yang Halal

Dalam doa ini terkandung pesan untuk merasa cukup dengan apa yang Allah berikan. Dengan bersyukur dan ridha terhadap rezeki yang diberikan-Nya, seseorang tidak akan tergoda untuk mencari jalan pintas yang tidak halal. Ini merupakan langkah awal untuk membebaskan diri dari belenggu hutang.

3. Berkat Karunia Allah untuk Kekayaan Spiritual dan Materi

Doa ini juga mencerminkan kesadaran akan kekayaan yang lebih besar, yaitu kekayaan spiritual. Memohon kepada Allah untuk diperkaya dengan karunia-Nya mengajarkan umat untuk tidak hanya mengukur keberhasilan dari aspek materi, tetapi juga dari segi batin dan moral.

4. Kepercayaan Mutlak pada Allah sebagai Penyedia

Dalam doa ini, ungkapan “aman siwaka” mengajarkan kepercayaan mutlak kepada Allah sebagai satu-satunya sumber rezeki dan kekayaan. Ini mengarahkan umat untuk mengandalkan-Nya sepenuhnya, tanpa bergantung pada jalur yang tidak benar atau mengambil jalan pintas yang merugikan.

Kesimpulan

Mengamalkan doa ini bukan hanya sebatas membaca rangkaian kata-kata, tetapi memahami dan meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Berdoa dengan tulus, bersungguh-sungguh, dan selalu berusaha menjalani hidup sesuai dengan ajaran-Nya adalah kunci untuk mencapai keberkahan finansial. Dengan hati yang tenang dan pikiran yang fokus pada kebaikan, seseorang dapat meraih kebahagiaan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Doa ini menjadi pelita bagi mereka yang ingin melepaskan diri dari belenggu hutang dan mencapai kehidupan yang lebih sejahtera secara spiritual dan materi. Sekian artikel Insya Allah Ampuh : Buya Yahya Ajarkan Doa Agar Hutang Lunas , bantu share di sosial media maupun grup whatsaap anda yaa .

Santri SMAIQU AL Bahjah Raih Medali Perak OBA-6″

0

Jakarta (5/11), Peraih Medali Perak OBA-6 M.Rahmatan Lil Alamiin. Santri SMA Islam Qurani Al-Bahjah

Prestasi Gemilang, sebagai pencetak generasi pertama menorehkan prestasi Tingkat Nasional dalam ajang Kompetisi Nasional Olimpiade Bahasa Arab Ke-6. Muhammad Rahmatan Lil Alamiin atau di panggil akrab Rahmat, salah satu santri/Siswa SMA Islam Qurani Al-Bahjah sebagai delegasi Jawa Barat utusan Kabupaten Cirebon, Finalis OBA Ke-6 tingkat nasional kategori SMA Swasta yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Guru Bahasa Arab (MGMP) Se-Indonesia pada Jum’at-Minggu (3-5/11).

Santri SMAIQU AL Bahjah Raih Medali Perak OBA-6"
Peraih Medali Perak OBA-6 M.Rahmatan Lil Alamiin. Santri SMA Islam Qurani Al-Bahjah

Menjadikan sejarah Muhammad Rahmatan Lil Alamiin meraih Medali Perak Kategori SMA Swasta sebagai utusan dari Kabupaten Cirebon dan Delegasi dari Jawa Barat yang langsung diselenggarakan di Jakarta Jum’at-Minggu (3-5/11).

“syukur Alhamdulillah, saya bisa sampai dititik ini ikut serta sebagai delegasi dari sekolah kebangaan saya SMAIQu Al Bahjah Pusat yang menjadi utusan dari Kabupaten Cirebon Jawa Barat tentunya. Banyak proses yang saya lalui dari mulai kompetisi tingkat kabupaten sampai lolos ke Kompetisi OBA tingkat Provinsi dan akhirnya bisa berkompetisi di tingkat nasional se-indonesia ini”

Ia sempat pesimis bisa sampai tingkat Nasional dengan mewakili jawa barat, yang dijelaskan Rahmat sapaan akrabnya, tetapi ia tetap akan selalu optimis untuk lebih mengasah kemampuanya dalam skill berbahasa arabnya.
“syukron jazakumullah, wasyukru’alani’matillah Alhamdulillah hasil tidak menghianati proses, ikhtiar saya dengan asatidz pembimbing saya dalam mepersiapkan kompetisi OBA tingkat nasional itu berbuah hasil, dengan maraih Medali Perak. Saya persembahan hasil prestasi ini untuk orang tua saya, kakak saya, para asatidz yang selalu support dan mendo’akan saya, serta tak lupa untuk teman-teman saya ku peresembahkan sebagai motivas dan semangat mengukir prestasi sebaik mungkin”

Sementara itu ungkapan langsung dari Kepala Sekolah SMA Islam Qurani Al Bahjah, Ilham Nurhidayah, S.Pd bahwa kompetisi ini menjadi sejarah perkembangan sekolah kami dengan meraih prestasi yang membanggakan.
“ucapan syukur Alhamdulillah pertama saya sampaikan, terimakasih banyak dan selamat untuk Rahmat capaian prestasi pada ajang kompetisi OBA-Ke 6 Tingkat Nasional, yang telah membawa nama baik sekolah. Saya harap semua santri bisa mengikuti jejaknya, lebih banyak santri yang termotivasi dan banyak yang mengikuti berbagai kompetisi lainnya. Bahwa menjadi santri tidak menjadi suatu batasan dalam mengembangkan minat bakat bahkan perlombaan, justru itu malah menjadi kelebihan tersendiri untuk para santri” Ungkapnya

Sementara Guru Pembimbing sekaligus Guru Mata Pelajaran Bahasa.Arab, Mochamad Yusuf mengatakan, prestasi ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi SMA Islam Qurani Al Bahjah yang telah membawa santrinya meraih prestasi di tingkat nasional.

“Alhamdulillah dalam kesempatan yang berharga ini, salah satu santri kami lolos ketingkat nasional dari berbagai tahapan kompetisi mulai dari tingkat kabupaten sampai ke provinsi hingga ke nasional ini dan meraih medali perak OBA Ke-6 yang di laksanakan langsung di Pusat Prestasi Nasional atau PPPPTK Bahasa Jakarta selama 3 hari 3-5 November 2023. Tak lupa saya ucapkan terimakasih atas semua doa dan dukungannya kepada Buya, Ummi, ustadz-ustadzah, walisantri, dan seluruh santri, sekolah kami bisa menorehkan prestasi tingkat nasional dari perjuangan santri kami Muhammad Rahmatan Lil Alamiin.” Ucapnya

Lembaga berharap, adanya kompetisi ini sebagai langkah dan proses yang baik, santri tidak hanya berlomba, namun turut menyebarkan dakwah islam dan menysiarkan sunnah rasulullah SAW, serta motivasi dan semangat baru bagi seluruh para siswa-siswi lainnya dalam mencetak prestasi baik dibidang akademik ataupun non akademik.(Nas/hms/smaiqu).

Pinjam Dulu Seratus , Begini Hukum Membenci Orang Yang Suka Berhutang Menurut Buya Yahya

0

Dalam ceramah Buya Yahya, seorang teman bertanya mengenai hukum membenci orang yang sering meminjam uang tanpa membayarnya. Buya Yahya memberikan pandangan dan nasihat terkait masalah ini yang mencakup hukum, etika, dan tindakan yang bijak. Simak penjelasan berikut:

Perasaan Benci dan Hukumnya

Terkadang, kita merasa benci terhadap seseorang yang sering meminjam uang kepada kita dan tidak mengembalikannya. Buya Yahya menjelaskan bahwa perasaan benci ini adalah sesuatu yang sebaiknya dihindari. Menyimpan perasaan benci dalam hati tidak dianjurkan dalam ajaran agama.

Mencari Solusi dengan Kelembutan

Buya Yahya menekankan pentingnya menyelesaikan masalah dengan kelembutan dan bijak. Alih-alih merespon dengan marah atau dendam, kita seharusnya mencari solusi yang baik untuk masalah ini. Kelembutan dalam berkomunikasi dan mencari solusi yang saling menguntungkan akan lebih bermanfaat dalam jangka panjang.

Begini Hukum Membenci Orang Yang Suka Berhutang Menurut Buya Yahya

Memangkas Perasaan Benci

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menyarankan untuk memangkas perasaan benci dalam hati. Ini dilakukan dengan merespons tindakan yang membuat kita benci dengan doa dan kebaikan. Doa kepada Allah agar orang yang berbuat salah mendapat hidayah dan kebaikan merupakan tindakan yang penuh kebijaksanaan.

Menggantikan Dendam dengan Kebaikan

Buya Yahya menjelaskan konsep menggantikan dendam dengan kebaikan. Kehebatan seseorang terlihat ketika kita mampu merespons perbuatan buruk dengan kebaikan. Memberikan kebaikan kepada orang yang berbuat salah bisa membantu mengatasi perasaan benci dan memulihkan hubungan.

Sensitivitas yang Bijak

Sensitivitas yang berlebihan dapat memicu perasaan benci tanpa alasan yang jelas. Buya Yahya menegaskan pentingnya memiliki hati yang lapang dan tidak mudah tersinggung. Terkadang, orang mungkin tidak bermaksud jahat, dan kita seharusnya tidak menjadikannya alasan untuk membenci.

Menghindari Hutang yang Tidak Dibayar

Dalam konteks hutang, Buya Yahya menjelaskan bahwa jika seseorang meminjam uang dan tidak membayarnya, itu bukanlah tindakan yang baik. Namun, kita seharusnya tidak merespon dengan marah atau dendam. Sebaliknya, kita dapat mencari cara yang baik untuk menyelesaikan hutang tersebut, seperti dengan jaminan atau kesepakatan yang jelas.

Hukum Membenci Orang yang Suka Pinjam Uang | Buya Yahya

Pentingnya Jaminan dalam Hutang

Pentingnya jaminan dalam transaksi hutang ditekankan oleh Buya Yahya. Jika seseorang tidak mau memberikan jaminan untuk hutang yang dia ajukan, itu bisa menjadi tanda bahwa dia tidak memiliki niat baik untuk membayar hutang tersebut. Oleh karena itu, jaminan adalah hal yang penting dalam menjalani transaksi hutang.

Ceramah Buya Yahya mengajarkan tentang pentingnya menjauhkan perasaan benci dan dendam dalam hati kita. Daripada membenci, kita diajarkan untuk mengatasi perasaan tersebut dengan kebijakan, doa, dan kebaikan. Dengan begitu, kita dapat memelihara perdamaian dan hubungan yang harmonis dengan sesama. (admin)

Artikel Populer