Pandangan Buya Yahya tentang Kontroversi Pembangunan The Mukaab Bangunan Mirip Ka’bah di Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi sedang mengembangkan proyek New Murabba yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mengembangkan Riyadh menjadi pusat kota modern terbesar di dunia. Proyek ini mencakup museum, universitas teknologi dan desain, teater imersif, dan lebih dari 80 tempat hiburan dan dijadwalkan selesai pada 2030. Di tengah proyek, akan dibangun bangunan kubus raksasa bernama ‘The Mukaab’ yang menjadi salah satu struktur bangunan terbesar di dunia dengan tinggi, panjang, dan lebar masing-masing 400 meter. Bangunan ini, yang menggunakan teknologi digital dan virtual, menuai kontroversi karena disamakan dengan Ka’bah, situs suci umat Islam dunia. Selain itu, proyek raksasa ini juga dikaitkan dengan tanda kiamat. Namun, Mukaab juga disebut sebagai ikon unik yang akan membuat Riyadh langsung dikenali di antara kota-kota dunia lainnya.

The mukaab, sebuah bangunan yang memicu kontroversi dan ditanggapi oleh buya yahya
The Mukaab, source gambar : Ummid.com

Buya Yahya memberikan tanggapannya terkait proyek Arab Saudi yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial, yaitu pembangunan gedung pencakar langit berbentuk kubus dengan nama The Mukaab yang disebut mirip Ka’bah. Menurut Buya Yahya, jika gedung tersebut hanya berbentuk seperti Kabah secara kebetulan, maka tidak ada masalah.

Lalu apabila memang bangunan The Mukaab memang disengaja dibuat menyerupai Kabah , namun karena keawaman si pembuat, artinya si pembuat berniat betul ingin menyamai kabah tapi dengan tanpa niat buruk untuk menyaingi Kabah, itu pun juga tidak masalah.Keawaman yang dimaksud adalah misalnya si pembuat dalam niatannya ingin syiar, ingin bangga terhadap bentuk Kabah,padahal yang dilakukannya adalah salah, ya lebih baik diingatkan saja. Karena memang banyak juga orang awam yang sebenarnya cinta islam namun salah menempatkan, misalnya saking cintanya sama islam, menaruh tulisan Allah di sandalnya, padahal ini kan tidak benar.

Namun, jika gedung tersebut dibuat dengan sengaja untuk menandingi kemegahan Ka’bah, maka Buya Yahya meyakini bahwa bangunan tersebut akan hancur, karena Kabah merupakan bangunan yang dilindungi oleh Allah.Buya Yahya juga mengingatkan bahwa pembuatan Ka’bah tandingan sebelumnya tidak pernah berhasil dan akan berakhir dengan hancur, seperti dahulu pernah terjadi pada kisah Abrahah.

Dahulu Abrahah ingin membuat tandingan Kabah, ia membangun sebuah gereja besar di kota Sana’a, Yemen. Namun, karena dia merasa gereja itu tidak akan cukup untuk menarik perhatian orang Arab, ia memutuskan untuk memindahkan fokusnya ke Ka’bah.

Abrahah mengirimkan pasukan besar yang dipimpin oleh jenderalnya, yakni sekitar 60 ribu pasukan dengan beberapa gajah perang, menuju Mekkah. Dia mengira bahwa dengan kekuatan pasukannya dan kekuatan gajah-gajahnya, dia bisa dengan mudah menghancurkan Ka’bah.

Namun, ketika pasukan Abrahah tiba di Mekkah, Allah SWT mengirimkan burung Ababil yang membawa batu-batu kecil yang dilemparkan ke pasukan Abrahah dan gajah-gajahnya. Pasukan Abrahah yang mengalami kekalahan besar-besaran tersebut lalu mundur dan meninggalkan Mekkah.

Kisah ini dikenal sebagai “Perang Gajah” dan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Kisah ini juga sering disebut dalam Al-Quran dalam Surat Al-Fil.

Sebagaimana kita ketahui, Ka’bah merupakan sebuah bangunan yang suci dan dihormati oleh umat Islam sebagai arah kiblat dalam ibadah shalat. Oleh karena itu, apabila ada bangunan lain yang menyerupai Ka’bah, hal tersebut dapat memicu kemarahan umat Islam dan dinilai sebagai tindakan tidak menghormati Ka’bah.

Buya Yahya berkata, semuanya kembali lagi kepada niatnya, sebagai contoh di beberapa tempat di Indonesia, terdapat Ka’bah buatan yang dibuat sebagai sarana belajar manasik haji dan umroh. Namun, Ka’bah buatan tersebut jelas-jelas tidak dapat menggantikan Ka’bah asli yang berada di Makkah. Bentuknya menyerupai Kabah, tapi tidak apa apa bukan?

Lebih lanjut Buya Yahya berkata bahwa apabila gedung The Mukaab dibangun dengan tujuan yang baik, seperti untuk kegiatan bisnis atau pariwisata, maka tidak ada masalah dengan pembangunannya. Namun, jika gedung tersebut diisi dengan kegiatan yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti diskotik atau tempat maksiat lainnya, maka hal tersebut tentu saja benar benar kurang ajar.

Di akhir Buya yahya berkata bahwa, dikarenakan kita semua tidak tahu persis mengenai tujuan dan asal muasal pembangunan the Mukaab ini, maka alangkah baiknya kita tidak usah ikut ramai-ramai mengomentari hal ini, pun demikian Buya Yahya berharap, sejatinya jika ini memang menuai kontroversi alangkah lebih baiknya jika para ulama di arab sana, memberi nasehat atau masukan agar bangunan ini dibuat dengan bentuk yang berbeda dari Kabah.

Note : Artikel ini dibuat oleh admin yang merupakan rangkuman dari video Buya Yahya Menjawab yang dapat disaksikan secara lengkap pada youtube Al Bahjah TV dibawah ini

Para pembaca sekalian, saat ini Al Bahjah dibawah asuhan Buya Yahya membuka beberapa program donasi , diantaranya adalah program infaq makan para santri penghafal quran , info lengkap mengenai program ini bisa anda dapatkan dengan mengunjungi halaman Program Infaq Makan untuk Para Penghafal Al-Quran Yatim Dhuafa Al Bahjah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *