Ramadan di Cirebon 1: Buya Yahya & Ustadz Hegar Perkuat Bahasa Arab & Inggris
- account_circle Priyanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIREBON – Suasana pagi di Aula Utama Al-Bahjah Cabang Cirebon 1 pada Sabtu, 4 Ramadan 1447 H (21 Februari 2026), terasa begitu hangat bersama Buya Yahya yang menguatkan penggunaan 2 bahasa.
Di tengah kekhusyukan bulan suci, para santri dan pengurus berkumpul bukan untuk memulai sesuatu yang asing, melainkan untuk memperkuat kembali tradisi lama yang menjadi identitas mereka: berkomunikasi dengan bahasa dunia.
Menghidupkan Kembali Suasana Percakapan
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 10:00 WIB ini menjadi momen penting bagi seluruh warga pesantren. Priyanto, perwakilan Tim Media Humas setempat, menceritakan bagaimana pesan dari Buya Yahya mengalir, mengajak semua orang untuk tidak sekadar belajar bahasa di dalam kelas, tapi menjadikannya nafas dalam obrolan sehari-hari.
Instruksi Buya Yahya cukup lugas namun penuh makna. Beliau mengajak para santri, guru (asatidz), hingga pengurus asrama (murokib) untuk mulai membiasakan diri menggunakan Bahasa Arab dan Inggris dalam interaksi harian.
Mulai hari ini hingga menjelang kepulangan nanti, lingkungan pondok diharapkan riuh dengan sapaan dan diskusi dalam dua bahasa tersebut, menanggalkan sementara penggunaan bahasa daerah agar lidah para santri semakin terbiasa.
Mengapa Harus Arab dan Inggris?
Bagi Buya Yahya, penguasaan bahasa adalah jembatan hati dan akal. Beliau menekankan bahwa Bahasa Arab adalah wujud cinta kepada Al-Quran dan Rasulullah SAW, sebuah kunci untuk menyelami samudera ilmu agama langsung dari sumber aslinya.
Sementara itu, Bahasa Inggris dipandang sebagai alat perjuangan. Agar pesan dakwah yang menyejukkan dari Al-Bahjah bisa menyapa masyarakat dunia dan para santri mampu menyerap berbagai ilmu pengetahuan internasional, penguasaan bahasa universal ini menjadi mutlak diperlukan.
Pendampingan Profesional di Sekolah
Langkah penguatan ini tidak dibiarkan berjalan tanpa arah. Hegar Hakimantieq, M.Pd., yang sehari-hari memimpin SMA Islam Qur’ani Al-Bahjah Cirebon, turun langsung mengawal jalannya program.

Dengan latar belakangnya sebagai akademisi, Dosen di STAI Al-Bahjah sekaligus praktisi pendidikan melalui Deva Edu Center, Ustadz Hegar memastikan bahwa di sekolah formal, praktik berbahasa ini berjalan secara alami dan terukur.
Beliau meyakini bahwa bahasa adalah jendela dunia yang akan membuat santri lebih percaya diri saat melangkah ke kancah global tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang muslim yang berakhlak mulia.
Harapan Besar
Penyuluhan yang berakhir menjelang tengah hari ini meninggalkan semangat baru.

Dokumentasi kegiatan menunjukkan antusiasme santri di bawah backdrop bertema “Arabic and English Are The Key to The Future”, mencerminkan kesiapan mental kader dakwah masa depan.
Dengan bimbingan langsung dari Buya Yahya dan pengawalan akademis dari para pakar seperti Ustadz Hegar Hakimantieq, Sekolah Formal Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon 1 optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya shalih secara personal, tetapi juga kompetitif secara global.



- Penulis: Priyanto
- Editor: M. Khoiruzzadittaqwa
- Sumber: https://info.albahjah.org


Saat ini belum ada komentar