informasi
light_mode
Trending
Beranda » Al-Bahjah TV » Dosa yang Harus Dihindari saat Memilih Pemimpin | Buya Yahya

Dosa yang Harus Dihindari saat Memilih Pemimpin | Buya Yahya

  • account_circle Lazuardi Ferara
  • calendar_month Jumat, 19 Jan 2024
  • visibility 1.302
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dosa yang Harus Dihindari saat Memilih Pemimpin | Buya Yahya – Dalam ceramah yang penuh hikmah, Buya Yahya mengingatkan kita tentang dosa besar yang perlu dihindari saat memilih seorang pemimpin. Penunjukan pemimpin bukan hanya masalah dunia semata, tetapi juga menyangkut amanah dan keadilan. Berikut adalah penjelasan dan panduan yang disampaikan oleh Buya Yahya.

Dosa yang Harus Dihindari saat Memilih Pemimpin | Buya Yahya

1. Hindari Memilih Pemimpin karena Kepentingan Dunia

Buya Yahya menegaskan bahwa memilih pemimpin semata-mata karena kepentingan dunia, seperti mendukung bisnis atau proyek pribadi, adalah dosa besar.Bahkan jika misalnya pemilik pondok ataupun ustad, memilih pemimpin hanya karena dijanjikan untuk dibantu dibangunkan mesjid atau pondoknya padahal kita tau bahwa pemimpin tersebut tidak baik, maka kita berdosa besar. Pemimpin seharusnya dipilih berdasarkan kualitas kepemimpinan, integritas, dan keadilan, bukan semata karena janji dukungan bisnis yang diberikan oleh calon pemimpin.

2. Pemilihan Pemimpin Harus Berdasarkan Kepantasan

Buya Yahya memberikan nasihat bahwa pemilihan pemimpin harus didasarkan pada kepantasan dan kesesuaian dengan tugas kepemimpinan. Tidak pantas jika seseorang dipilih hanya karena janji untuk mendukung proyek pondok atau masjid, tetapi tidak memiliki kualifikasi atau integritas yang diperlukan untuk memimpin dengan adil.

3. Berbeda Pilihan, Tapi Tanpa Dosa di Hadapan Allah

Buya Yahya menyampaikan bahwa jika terjadi perbedaan pilihan dalam memilih pemimpin antara sesama umat, hal tersebut bukanlah dosa di hadapan Allah. Perbedaan ijtihad dan keyakinan antarindividu dalam menilai kualitas calon pemimpin diperbolehkan. Yang terpenting adalah niat yang tulus karena Allah.Berbeda pilihan boleh boleh saja, asalkan dalam memilih pemimpin didasari oleh pertimbangan dan pemikiran yang matang dan kita yakini bahwa calon pemimpin tersebut adalah bagus, ingat yang penting memilih pemimpin bukan karena kepentingan pribadi.

Kesimpulan

Dalam penutupannya, Buya Yahya menekankan pentingnya memilih pemimpin dengan penuh pertimbangan, integritas, dan kesadaran akan tanggung jawab agama. Memilih pemimpin yang benar-benar pantas dan berkomitmen untuk keadilan adalah langkah yang tidak hanya mendukung kepentingan dunia, tetapi juga mendapat ridha Allah. Sebagai umat, kita diminta untuk berijtihad dengan hati yang tulus agar pemimpin yang dipilih mampu memberikan manfaat dan keadilan bagi masyarakat.

  • Penulis: Lazuardi Ferara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Kerja SMPIQu Al-Bahjah: Mewujudkan Sekolah Unggul Dan Berkarakter Qurani

    Rapat Kerja SMPIQu Al-Bahjah: Mewujudkan Sekolah Unggul Dan Berkarakter Qurani

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Yayasan Al-Bahjah
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Cirebon, 11 Juli 2024- SMPIQu Al Bahjah menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) tahunan untuk tahun ajaran 2024/2025 dengan mengusung tema “Satukan Visi dan Bersinergi Dalam Aksi Untuk Mewujudkan Sekolah Yang Unggul Dan Berkarakter Quran “. Rapat kerja ini dilaksanakan pada Kamis, 11 Juli 2024 di Al-Bahjah pusat dan dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, […]

  • Buya Yahya Sambut Hangat Tamu Istimewa Habib Hamid Putra Mahkota Habib Umar Bin Hafidz 

    Buya Yahya Sambut Hangat Tamu Istimewa Habib Hamid Putra Mahkota Habib Umar Bin Hafidz 

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle Yayasan Al-Bahjah
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Cirebon 30 Muharrom 1446 H/05 Agustus 2024 M-  Dalam suasana penuh keakraban, Pondok Pesantren Al Bahjah kembali menjadi saksi pertemuan istimewa. Dalam sebuah pertemuan yang penuh makna, ulama kharismatik Indonesia, Buya Yahya, menyambut hangat kedatangan tamu istimewa yaitu Habib Hamid Putra Mahkota Habib Umar bin Hafidz.  Pertemuan yang berlangsung di LPD Al-Bahjah, Cirebon ini menjadi momen […]

  • Open Recruitment SMPIQu Al-Bahjah Pusat

    Open Recruitment SMPIQu Al-Bahjah Pusat

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
    • account_circle Yayasan Al-Bahjah
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum wr.wb.Saat ini kami sedang memberikan peluang kepada individu yang berbakat dan berdedikasi, yang berorientasi pada nilai-nilai Islam yang mengedepankan akhlakul karimah, serta memiliki minat dalam lingkup pondok pesantren.untuk bergabung bersama kami di bagian pendidikan formal Al-Bahjah. Kualifikasi: Jika Anda merasa memenuhi kualifikasi di atas dan tertarik untuk bergabung dengan kami, silakan daftarkan diri Anda […]

  • SMK Wahidin Cirebon Awali Pesantren Ramadhan di Al-Bahjah photo_camera 6

    SMK Wahidin Cirebon Awali Pesantren Ramadhan di Al-Bahjah

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Priyanto
    • visibility 899
    • 0Komentar

    CIREBON – Selasa (24/2/2026), siswa SMK Wahidin jalani Pesantren Ramadhan guna menyerap ilmu tentang adab dan karya digital bersama Buya Yahya dan Asatidz Al-Bahjah.

  • Merayakan Awal Tahun Hijriah dengan Penuh Keindahan

    Merayakan Awal Tahun Hijriah dengan Penuh Keindahan

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
    • account_circle Yayasan Al-Bahjah
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Memasuki awal tahun Hijriah, umat Muslim dianjurkan untuk menyambut bulan Muharram dengan penuh kekhusyukan dan kebahagiaan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah diperbolehkan bagi pasangan suami istri untuk melakukan hubungan intim pada tanggal 1 Muharram. Dalam video ini, Buya Yahya memberikan penjelasan yang sangat jelas dan bijaksana mengenai hal ini. Bolehkah Berhubungan Intim […]

  • Tema Hari Santri 2025 Mengiringi Kemerdekaan RI ke-80

    Hari Santri 2025: Mengawal Merdeka, Menjaga Adab

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle M. Khoiruzzadittaqwa
    • visibility 926
    • 0Komentar

    80 tahun merdeka, tapi sudahkah jiwa kita merdeka dari benci, sombong, dan hilangnya adab yang dulu dijaga para santri?

expand_less