Mendidik dengan Cinta, Keluarga Al-Bahjah: Bukan Sekedar Pondok dan Sekolah
- account_circle M. Khoiruzzadittaqwa
- calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
- visibility 156
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ayah Bunda, ingin mendidik anak dengan cinta, karakter, dan nilai Qur’ani? Temukan cara mudah dan penuh makna di tempat pendidikan terbaik!
Di tengah kesibukan kita sehari-hari, tidak jarang kita dihadapkan pada momen-momen yang penuh dengan takziah (berkabung), iyyadah (menjenguk), dan tahniah (ucapan selamat).
Momen-momen ini adalah waktu yang mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan dalam keluarga dan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih dari sekadar rutinitas harian.
Begitu juga dengan kehidupan kita di Keluarga Al-Bahjah, yang selalu mengedepankan nilai-nilai tersebut dalam setiap kegiatan kita, baik di dunia pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Di sini, pendidikan bukan hanya soal buku dan pelajaran, tetapi juga tentang membangun akhlak, karakter, dan persaudaraan yang akan menemani santri kita dalam perjalanan hidup.

Keluarga Al-Bahjah: Lebih dari Sekadar Sekolah Pondok
Bagi banyak orang, sekolah pondok atau pesantren identik dengan pendidikan agama dan akhlak.
Tapi tahukah Ayah Bunda, bahwa di Pondok Pesantren Al-Bahjah, kami juga mengajarkan bahwa keluarga adalah bagian dari pendidikanyang utama?
Di Al-Bahjah, kami selalu menekankan pentingnya kekeluargaan dalam setiap aspek.
Takziah bukan hanya saat kita berbagi kesedihan, tapi juga saat kita menunjukkan solidaritas dan kepedulian.
Begitu pula iyyadah, di mana kita saling menguatkan dengan kunjungan, baik fisik maupun spiritual, untuk menjaga hubungan tetap kuat di tengah berbagai perbedaan.
Pendidikan di Al-Bahjah bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di setiap interaksi dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan sesama—baik dengan teman, guru, maupun keluarga besar kami.
Mengapa Keluarga Al-Bahjah? Ini Cerita Kami…
Bayangkan, Ayah Bunda, saat anak-anak kita mengikuti program tahfidz atau pelajaran agama, mereka juga dipupuk dengan nilai kekeluargaan.
Mereka belajar tentang memahami perasaan orang lain, bersyukur, dan menghargai setiap momen, baik itu takziah maupun tahniah. Ini semua adalah pelajaran hidup yang lebih penting dari sekadar angka di ujian.
Kami tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk berprestasi akademik, tetapi juga untuk memahami arti hidup yang lebih luas.
Dalam setiap doa dan acara keluarga yang diadakan, mereka diajarkan untuk menjadi pribadi yang penuh empati, berbagi kebahagiaan, dan selalu siap untuk mendoakan sesama.
Al-Bahjah adalah tempat di mana anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli dengan sesama, seperti keluarga besar yang selalu mendukung satu sama lain dalam segala situasi.
Tak Hanya Akademik, Kami Juga Menanamkan Karakter
Pendidikan di Al-Bahjah tidak berhenti di ruang kelas. Takziah mengajarkan kita tentang kekuatan doa, dan di Al-Bahjah, setiap anak diajarkan untuk selalu berdoa untuk kebaikan orang lain.
Ini bukan sekadar teori—tapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Begitu pula dengan iyyadah: Ayah Bunda, anak-anak kita belajar mengunjungi dan mendoakan sesama.
Dalam konteks pendidikan, ini mengajarkan mereka untuk peduli terhadap orang lain dan mengutamakan kepedulian.
Saat tahniah datang—baik itu untuk keberhasilan belajar atau kebahagiaan lainnya—kami mengajarkan anak-anak untuk bersyukur dan menghargai setiap keberhasilan, kecil atau besar.
Semua ini adalah bagian dari proses pendidikan karakter yang kami tekankan di Al-Bahjah.
Kenapa Al-Bahjah? Karena Kami Adalah Keluarga Besar yang Saling Mendukung
Al-Bahjah bukan hanya sekadar sekolah pondok. Di sini, kami adalah keluarga besar yang selalu bersama-sama dalam suka dan duka.
Kami mengajarkan anak-anak untuk melihat pendidikan bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai proses membentuk diri dan menjadi bagian dari komunitas yang peduli.
Bergabung dengan keluarga Al-Bahjah berarti menjadi bagian dari komunitas yang saling mendukung—baik dalam pendidikan agama, karakter, maupun nilai sosial.
Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang mendalami ilmu agama juga mendapat bekal karakter mulia yang akan mereka bawa sepanjang hidup.
Menjadi Keluarga Al-Bahjah
Mendidik anak bukan hanya tentang mengisi kepala mereka dengan ilmu, tetapi juga tentang membangun hati mereka.
Di Al-Bahjah, kami berkomitmen untuk mengajarkan anak-anak tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang baik, yang siap berbagi kebahagiaan melalui takziah, iyyadah, dan tahniah.
Ayah Bunda, apakah Anda ingin melihat anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta dan nilai Qur’ani?
Bergabunglah dengan kami, dan mari bersama-sama membangun generasi yang peduli, penuh akhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
PELAJARI BAGAIMANA AL-BAHJAH MENJADI RUMAH BELAJAR TERBAIK
Resah & Harap
- Pembukaan Penerimaan Santri BaruProgram Tahfidz & Tafaqqquh Al-BahjahGelombang 2Tahun Ajaran 1447–1448 H/2026–2027 M
Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah kembali membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) Gelombang 2 untuk Program Tahfidz dan Tafaqqquh Tahun Ajaran 1447-1448 H/2026-2027 M. Program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menyiapkan generasi berakhlak karimah, kuat dalam ilmu agama, serta memiliki pondasi karakter yang kokoh melalui pendidikan berbasis pesantren. Gelombang kedua ini resmi dibuka mulai… Baca Selengkapnya: Pembukaan Penerimaan Santri BaruProgram Tahfidz & Tafaqqquh Al-BahjahGelombang 2Tahun Ajaran 1447–1448 H/2026–2027 M - 4 Tips Memilih Pendidikan Anak: Tahfidz atau Sekolah?
Memilih pendidikan anak yang tepat sering bingung: fokus tahfidz / khusus syariah / sekolah formal? Jalur agama / akademik? Berikut tipsnya, Ayah Bunda. - Selangkah Lebih Dekat dengan Pondok, Tafaqquh Kembali Gelar Seleksi Mabit Santri Baru
Cirebon-Pondok Pesantren Al-Bahjah telah sukses melaksanakan proses seleksi Penerimaan Santri Baru (PSB) Tafaqqquh tahun ajaran 1447–1448 H/2026–2027 M. Program Tafaqquh Al-Bahjah merupakan program pendidikan dengan sistem muqim (menetap) untuk santri putra dan putri, yang fokus pada pendalaman ilmu agama, seperti bahasa Arab, Fiqih, Aqidah, dan Akhlak. Peserta yang mengikuti seleksi mabit kali ini berjumlah 21 orang. 16… Baca Selengkapnya: Selangkah Lebih Dekat dengan Pondok, Tafaqquh Kembali Gelar Seleksi Mabit Santri Baru - Tim Pontren dan STAIBA Laksanakan Supervisi Pondok Al-Bahjah Cabang Jawa Timur
CIREBON-Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan dan koordinasi antarpondok cabang, Divisi Pondok Pesantren (Pontren) Al-Bahjah bersama tim akademik STAIBA melaksanakan kegiatan supervisi dan silaturahim ke Pondok Al-Bahjah cabang di wilayah Jawa Timur.Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dimulai dari Rabu—Sabtu, 21–24 Jumadal Ula 1447 H/12–15 November 2025. Kegiatan supervisi tersebut mencakup kunjungan ke beberapa cabang. Di… Baca Selengkapnya: Tim Pontren dan STAIBA Laksanakan Supervisi Pondok Al-Bahjah Cabang Jawa Timur - PSB Tahfidz Qur’an 2026-2027: Seleksi Calon Santri Baru Berlangsung Khidmat
CIREBON — Suasana khidmat dan ukhuwah Islamiyah mewarnai seleksi Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahfidz Qur’an Al-Bahjah tahun ajaran 1447–1448 H.
Penulis M. Khoiruzzadittaqwa
Admin & Writer, specializing in web journalism, fullstack digital marketing, branding strategy, and Islamic educational content. More: https://kontak.link/muhzadit

Saat ini belum ada komentar