Mudik Santri Al Bahjah di 2026: Pesan Buya Yahya hingga Manajemen
- account_circle M. Khoiruzzadittaqwa
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 139
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIREBON – Nuansa haru dan semarak berpadu di pelataran Al-Bahjah, Cirebon. Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, pesantren yang identik dengan kedisiplinan dan keluhuran akhlak ini kembali menggelar agenda “Mudik Akbar”.
Terhitung sejak Ahad (8/3/2026) hingga Selasa (10/3/2026), tak kurang dari 1.200 santri dari berbagai jenjang, mulai dari Pendidikan Formal (SDIQu, SMPIQu, SMAIQu), Pesantren (Tahfidz dan Tafaqquh), hingga Mahasiswa STAI Al-Bahjah, dilepas kembali ke pangkuan keluarga.
Namun, di Al-Bahjah, mudik bukanlah sekadar selebrasi pulang kampung tahunan.
Perpulangan ini adalah sebuah “penugasan mulia”, di mana para santri diutus menjadi duta akhlak yang membawa pendar cahaya Ramadhan ke tengah-tengah masyarakat.

Telusuri Topik:
Pesan Cinta Buya Yahya: “Jadilah Pelayan bagi Orang Tuamu”
Sebelum deru mesin bus memecah keheningan pondok, seluruh santri telah dibekali amunisi hati melalui “Agenda Nasehat Perpulangan” di Aula Al-Bahjah pada Jumat, 17 Ramadhan 1447 H.
Melalui pesannya yang mendalam, Buya Yahya menitikberatkan satu fondasi utama bagi para santri selama berada di rumah: Khidmah (pengabdian) kepada orang tua.
“Kalian pulang bukan untuk menjadi raja, melainkan pelayan bagi ayah dan ibu,” demikian esensi pesan Buya Yahya yang terus terngiang di benak para santri.
Beliau memberikan instruksi praktis yang tegas namun penuh cinta:
- Kemandirian Mutlak: Santri tidak membebani orang tua. Mereka diwajibkan mencuci piring sendiri sesaat setelah makan dan merapikan tempat tidurnya setiap bangun pagi.
- Adab Berbicara: Santri tidak mengangkat suara atau menunjukkan raut wajah masam di hadapan orang tua.
- Dakwah Penuh Kelembutan: Santri diharapkan menjadi “guru” yang tak menggurui. “Jika ingin membenarkan bacaan surah orang tua atau membagikan amalan Wirid, lakukan dengan sangat halus dan terhormat,” pesan Buya.
- Ketegasan Menjaga Aurat: Khusus santri Banat (putri), kewajiban menutup aurat dengan sempurna adalah harga mati. Jika orang tua membelikan pakaian yang tidak syar’i, santri diajarkan untuk menolak secara halus tanpa sedikit pun menyakiti hati mereka.
Nilai-nilai ini selaras dengan rilis resmi Humas Al-Bahjah yang mengutip Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 24, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang…”
Tim Humas menegaskan, “Momen perpulangan ini menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya penuntut ilmu di dalam pesantren, tetapi juga figur akhlak di tengah keluarga.”
Orkestrasi Manajemen Kepulangan
Di balik syahdunya momen perpisahan, terdapat kerja keras Tim Manajemen Kepulangan & Kedatangan Yayasan Al-Bahjah yang mengorkestrasi logistik berskala masif.
Mengelola mobilitas 1.200 anak dalam waktu tiga hari bukanlah perkara mudah, namun berhasil dieksekusi dengan presisi tinggi.
Layanan Darat Terpadu: Bekerja sama dengan Al-Bahjah Tour & Travel, panitia mengerahkan 30 armada bus dari PO Roda Dakwah.
Keberangkatan dipecah menjadi puluhan kloter untuk mencegah penumpukan massa di titik kumpul seperti Lapangan Formal, Parkiran LPD, Samping Masjid, dan Blok C.
Sebagai contoh ketatnya administrasi pendataan, manifest Bus 10 yang diberangkatkan pada Senin (9/3) pukul 02.00 WIB rute Cirebon–Karawang–Bekasi memuat 51 santri dari lintas divisi, dengan titik turun yang diawasi langsung secara real-time oleh Ustadz Egi Sayyid Huda selaku pendamping.
Navigasi Lintas Pulau hingga Mancanegara: Tidak hanya di Pulau Jawa, Tim Manajemen juga mengkoordinir kepulangan jalur udara via Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Para ustadz pendamping mengawal proses check-in secara terpusat untuk berbagai maskapai seperti Lion Air (Palembang, Medan), Super Air Jet (Batam, Pekanbaru, Pontianak), Citilink (Banjarmasin, Samarinda), hingga penerbangan internasional bersama Air Asia (Johor Bahru) dan Trans Nusa (Kuala Lumpur).
Kebijakan ini dipimpin langsung oleh Ustadz Bambang Siswanto, S.T. (Ketua Umum Yayasan Al Bahjah) yang mengeluarkan Surat Edaran resmi pedoman libur. Di lapangan, komando dipegang oleh Ust. Khaerul Imam selaku Ketua Panitia Kepulangan & Kedatangan Santri.
Sementara itu, pusat informasi perpulangan terpadu dikendalikan oleh Nasrudin Abdul Matin, M. Sos (Kepala Divisi Humas).
Garda Terdepan: Para Ustadz Pendamping Darat dan Udara
Panitia memfasilitasi perjalanan dengan armada PO Roda Dakwah dan lintas maskapai penerbangan, dikawal langsung oleh asatidz yang memastikan SOP Ubudiyah (Salat Jama’ Qashar, Ratib, Dhuha) tetap berjalan.
Pengawal Armada Bus Banin:
- Ust. Sulaeman & Ust. Ridho (Bus 14: Lampung – Palembang – Jambi).
- Ust. Maulana (Bus 22: Soetta), Ust. A. Salahudin / Solahudin (Bus 23: Tangerang – Banten), Ust. Syamsul (Bus 26: Karawang – Jakarta).
- Ust. Nasir / Natsir (Bus 24: Depok), Ust. Afif (Bus 25: Bekasi), Ust. Ghifari (Bus 27: Bogor), Ust. Khibri (Bus 29: Jateng).
- Habib Zain Al-Habsyi (Bus 30: Jatim), Ust. M. Fawwaz Burhanudin / Fawaz (Bus 28: Sumedang – Cianjur).
Pengawal Armada Bus Banat:
- Ust. Raju Aprijaludin (Tangerang – Banten), Ust. Amri Siswanto (Sumatera), Ust. Ade Maulana M (Soetta).
- Ust. Kholilul Fadhli (Depok – Jakarta), Ust. Zaenal Abidin (Bogor), Ust. Egi Sayyid Huda (Bus 10: Bekasi), Ust. Rizal (Cianjur). (Bus Jateng Banat juga dikawal Ust. Khibri).
Koordinator Check-In Bandara (Banin & Banat): Di Bandara Soekarno-Hatta, tim yang standby melayani rute udara antara lain: M. Afifuroihan & Ust. Hadi Nopriansyah (Palembang), Ust. M. Subhan Awaludin & Usth. Wiwi RA (Batam), Ust. Abdul Kholik / Kholiq & Ust. Jumatul Khoir (Pekanbaru), Darul Ulum & Ust. Tafsir (Bangka), serta Ahmad Syahbandi & Ust. Rizki Fadilah (Pontianak).
Bukti betapa rapi dan beragamnya santri yang dikoordinasikan terlihat jelas pada kelengkapan manifest Bus 10 (Rute Cirebon – Karawang – Cikarang – Bekasi) yang berangkat Senin (9/3) pukul 02.00 WIB.
Di bawah pengawalan Ust. Egi Sayyid Huda, bus ini membawa 51 santri putri dari lintas divisi (Tahfidz, Tafaqquh, SMPIQu, SMAIQu, hingga Mahasiswi STAIBA).
Dinamika Real-Time: Laporan Langsung Koordinasi Panitia
Di balik layar, grup koordinasi panitia berdetak tanpa henti selama 24 jam. Logistik konsumsi panitia, misalnya, diatur cermat oleh Kak Farchah, mencakup jatah untuk security, warga, hingga panitia Banin dan Banat.
Tantangan di perjalanan pun ditangani secara real-time.
Ummah Haidar melaporkan keterlambatan Bus 11 yang baru tiba di Pemalang dengan tujuan akhir Brebes dan Tegal, sementara Ust. Roni mengabarkan posisinya yang sedang menunggu bus dari Jawa Timur.
Ketatnya pengecekan manifest juga terlihat saat Ust. Ilman Aripin (Abi Mirai) berkoordinasi dengan Ika Salsabila, dan Ust. Khaerul Imam, untuk mencari status enam santri yang datanya belum masuk. Tak luput, setiap hasil kroscek juga dilaporkan.
Jemput Mandiri: Ketika Sistem Mengalah pada Majelis Ilmu
Bagi wali santri yang memilih untuk menjemput langsung (Jemput Mandiri), panitia membuka sentra registrasi khusus di Perumahan PESONA sejak pukul 06.00 WIB.
Proses screening dilakukan dengan ketat, di mana wali santri wajib menandatangani Surat Pernyataan Bermaterai.
Namun, ada pemandangan menarik yang memperlihatkan kuatnya kultur akademik di Al-Bahjah.
Di tengah hiruk-pikuk penjemputan, Tim Kepanitiaan memutuskan untuk menutup sementara registrasi pada pukul 10.00 hingga 10.30 WIB.
Hal tersebut agar seluruh elemen pesantren dapat menghormati dan menyimak berlangsungnya Majelis Zawiyah Duha. Sebuah bukti nyata bahwa adab dan ilmu selalu menempati kasta tertinggi, mengalahkan urgensi administratif.
SOP Safar: “Mengubah Perjalanan Menjadi Ibadah”
Hal yang membedakan mudik santri Al-Bahjah dengan sekolah pada umumnya adalah penerapan Kaidah Manhajiah yang tak kenal kompromi, bahkan saat berada di jalan tol.
Menurut laporan instruksi Tim Panitia di lapangan, SOP Safar mewajibkan seluruh ustadz pendamping bus untuk memantau ubudiyah anak-anak secara ketat.
Di dalam bus, perjalanan diisi dengan lantunan Wirdul Fatih, Wirdul Latif, Ratib Al-Haddad, pelaksanaan salat Dhuha, hingga Qiyamullail.
Bahkan, santri diberikan praktik langsung tata cara salat Jama’ Qashar di tengah perjalanan.
Santri juga diwajibkan menjaga tata krama di area publik, tidak membuat kegaduhan saat bus berhenti di rest area, dan santri Banat diwajibkan tetap memakai ciput serta masker.
Puasa Gadget di Rumah: Ujian Istiqomah Sesungguhnya
Sesampainya di rumah, para santri masih terikat dengan kontrak Kaidah Manhajiah pesantren. Tim Manajemen LPD Al-Bahjah secara tegas mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur aktivitas santri selama liburan.
Aturan tersebut mencakup:
- “Puasa Gadget”: Santri tidak memegang smartphone, mengakses media sosial, hingga menonton televisi umum. Satu-satunya saluran yang diizinkan adalah Al-Bahjah TV.
- Pembatasan Interaksi: Dilarang keras khalwat (berduaan dengan lawan jenis non-mahram), ikhtilat (campur baur nongkrong di kafe/jalan-jalan), apalagi berboncengan dengan yang bukan mahram.
- Adab Berkendara: Santri wajib memiliki SIM jika ingin mengendarai motor, menggunakan helm standar, dan mematuhi batas kecepatan syiar (maksimal 20 km/jam di perkampungan warga).
Liburan santri Al-Bahjah dijadwalkan usai pada akhir Maret hingga awal April 2026, bergantung pada zona wilayah kepulangan.
Dengan seluruh orkestrasi, sistem pengawalan, hingga detail operasional dari tingkat Ketua Yayasan hingga tim konsumsi, LPD Al-Bahjah membuktikan bahwa pendidikan tidak pernah berhenti di gerbang pesantren.
Sebagaimana doa yang dipanjatkan oleh jutaan pemirsa dan wali santri: “Semoga perjalanan ini lancar, tiba dengan selamat, dan kembali ke pondok membawa rindu yang bertambah besar pada majelis ilmu.”
Melalui senyum santri yang kembali dan pelukan hangat orang tua, perpulangan ini menjadi wasilah nyata dari untaian doa: “Semoga santri-santri ini menjadi lentera kebaikan di mana pun mereka berada.”



Penulis M. Khoiruzzadittaqwa
Admin & Writer, specializing in web journalism, fullstack digital marketing, branding strategy, and Islamic educational content. More: https://kontak.link/muhzadit


Saat ini belum ada komentar