Peluang Santri Masuk IPB, Al-Bahjah Bahas Jalur SNBP, SNBT, dan BUD
- account_circle M. Khoiruzzadittaqwa
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 127
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bogor – Yayasan Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah melaksanakan audiensi dengan pimpinan IPB University pada Rabu, 19 Syawal 1447 H / 8 April 2026 M, bertempat di Kampus Pascasarjana IPB Baranangsiang, Bogor.
Audiensi ini dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Drh. Deni Noviana, Ph.D., DAiCVIM., didampingi Direktur Administrasi Pendidikan dan Penerimaan Mahasiswa Baru, Dr. Utami Dyah Syafitri, S.Si., M.Si., serta Direktur Kerja Sama IPB, Dr. Hamzah, S.Pd., M.Si.
Sementara itu, dari pihak Yayasan Al-Bahjah turut hadir Ketua Umum Yayasan Al-Bahjah, Ust. Bambang Siswanto, S.T., M.Pd., Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan, Ust. Carnawi, M.Pd., Kepala Divisi Perguruan Tinggi, Ust. Imam Abdullah, B.Sc., M.A., Kepala Subdivisi Seleksi dan Kerja Sama Perguruan Tinggi, Ust. Ilham Nurhidayah, S.Pd., Ketua STAI Al-Bahjah, Ust. Muhamad Sachu, Lc., M.E., serta Wakil Ketua I Bidang Akademik, Gus Zamzami Ar-Rahbini, B.Sc., M.A.
Pemaparan Jalur Masuk IPB University
Dalam pertemuan tersebut, pihak IPB University memaparkan berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru. Beberapa di antaranya meliputi jalur SNBP (berbasis nilai rapor), SNBT (berbasis UTBK), jalur mandiri, serta jalur khusus seperti Ketua OSIS, jalur talenta/tahfidz, dan Beasiswa Utusan Daerah (BUD).
Disampaikan bahwa jalur SNBP memiliki porsi kuota sekitar 40 persen. Proses seleksi ini mempertimbangkan akreditasi sekolah, nilai rapor, kesesuaian dengan program studi, indeks sekolah, hingga rekam jejak alumni.
Pihak IPB menekankan secara tegas bahwa siswa yang telah dinyatakan lolos melalui jalur SNBP wajib mengambil kesempatan tersebut. Jika dilepas, hal ini dapat berdampak buruk pada rekam jejak sekolah maupun siswa yang bersangkutan ke depannya.
Peluang Emas Santri Melalui Jalur BUD dan Talenta
Dalam kesempatan yang sama, IPB membuka peluang kerja sama melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) berbasis kemitraan. Program strategis ini memberikan kesempatan bagi lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk mengirimkan peserta didik terbaiknya ke IPB melalui skema kerja sama resmi.
Pihak IPB juga membagikan informasi mengenai sejumlah program studi yang memiliki peluang besar untuk ditembus. Beberapa di antaranya adalah bidang sains murni seperti matematika dan fisika, serta program-program di sektor perikanan, peternakan, dan kehutanan. Program studi baru seperti Teknik Mesin dan Teknik Kimia juga menjadi opsi strategis ke depan.
Menariknya, jalur masuk IPB via jalur talenta, khususnya pada program sarjana terapan (vokasi), masih relatif jarang terisi. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi santri berprestasi. Hal ini membuka ruang bagi pesantren untuk lebih aktif mendorong peserta didiknya memanfaatkan ceruk jalur tersebut.
Sinergi Ke Depan
Yayasan Al-Bahjah dalam audiensi ini menyampaikan komitmen kuatnya untuk terus meningkatkan kualitas akademik santri serta memperluas akses mereka ke perguruan tinggi negeri, khususnya IPB University. Edukasi pemahaman jalur masuk perguruan tinggi kepada santri dan orang tua menjadi perhatian penting yayasan dalam waktu dekat.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat menjalin komunikasi lebih intensif, mencakup rencana sosialisasi lanjutan kepada santri dan wali santri, serta penyiapan dokumen kerja sama (MoU) yang diperlukan.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat sinergi antara Yayasan Al-Bahjah dan IPB University guna mencetak generasi santri yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.




Penulis M. Khoiruzzadittaqwa
Admin & Writer, specializing in web journalism, fullstack digital marketing, branding strategy, and Islamic educational content. More: https://kontak.link/muhzadit


Saat ini belum ada komentar