Rihlah Ilmiah Madrasah Ghozaliyyah Syafi’iyyah Sarang ke Al Bahjah: Strategi Dakwah Milenial dan Pesan Hangat Buya Yahya
- account_circle M. Khoiruzzadittaqwa
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIREBON — Menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis, Madrasah Ghozaliyyah Syafi’iyyah (MGS) Sarang melakukan langkah strategis melalui kunjungan Rihlah Ilmiah ke Pondok Pesantren Al Bahjah, Cirebon, Kamis (5/2/2025).
Sebanyak 300 santri kelas akhir, didampingi para asatidz dan masyayikh, hadir untuk menyerap langsung esensi dakwah yang adaptif dan inklusif.
Fokus utamanya adalah bagaimana kedalaman literatur klasik dari Sarang dapat dikemas secara modern agar tetap relevan di mata generasi Z.
Dakwah Tanpa Batas: Pesan Intisari Buya Yahya
Dalam sesi pemaparan materi, Pengasuh LPD Al Bahjah, Buya Yahya, memberikan pesan mendalam yang mendobrak stigma bahwa dakwah hanya milik mereka yang sudah “sampai” di puncak keilmuan atau kekayaan. Beliau menekankan bahwa dakwah adalah aksi nyata yang dimulai dari hal terkecil di sekitar kita.

“Dakwah itu tidak harus menunggu kaya, tidak harus menunggu alim. Artinya, sekarang juga mulailah dengan hal-hal positif. Contohnya, ketika Anda masih menjadi santri, bantu teman-temannya yang tidak betah di pondok untuk menjadi betah, dihibur hatinya buat dia semangat, dan lain sebagainya.” — Buya Yahya
Pesan ini menjadi inti dari tema “Dakwah Tanpa Batas: Pragmatisme dan Fleksibilitas dalam Menyebarkan Ajaran Islam” yang diusung dalam rihlah ini.
Santri diajak untuk memahami bahwa menjadi agen perubahan (da’i) bisa dimulai saat masih mengenakan sarung di bilik pesantren.
Tiga Pilar Transformasi Dakwah untuk Santri MGS Sarang
Melalui diskusi interaktif dan observasi lapangan, para santri merangkum tiga poin utama untuk diimplementasikan:
- Dakwah Bil-Hal (Aksi Nyata): Seperti pesan Buya, dakwah dimulai dari empati dan bantuan sosial di lingkungan terdekat (internal pesantren).
- Kontekstualisasi Pesan: Mampu menerjemahkan pemikiran salaf ke dalam narasi yang logis dan solutif bagi problematika milenial.
- Pemanfaatan Media Digital: Memahami infrastruktur Media Al Bahjah sebagai sarana untuk memperluas jangkauan dakwah tanpa batas geografis.
Rangkuman Kegiatan Rihlah Ilmiah
| Komponen | Keterangan |
| Institusi | Madrasah Ghozaliyyah Syafi’iyyah (MGS) Sarang |
| Lokasi | LPD Al Bahjah, Cirebon |
| Peserta | 300 Santri Akhir & Masyayikh |
| Highlight | Pesan Buya Yahya tentang Dakwah dari Hal Positif Terkecil |
Menutup Jarak Antara Tradisi dan Modernitas
Kunjungan Madrasah Ghozaliyyah Syafi’iyyah ke Al Bahjah bukan sekadar perjalanan wisata religi, melainkan sebuah ikhtiar untuk melahirkan dai-dai muda yang responsif terhadap perubahan sosial.

Dengan bekal keilmuan dari Sarang dan semangat fleksibilitas dari Al Bahjah, para santri kini memiliki perspektif baru: bahwa dakwah adalah tentang menebar manfaat, di mana pun dan kapan pun.
Rihlah ini diharapkan memperkuat silaturahmi serta kolaborasi keilmuan antar-lembaga, memastikan bahwa dakwah Islam akan terus hidup, membumi, dan menjangkau setiap lapisan umat di era digital ini.
Penulis M. Khoiruzzadittaqwa
Admin & Writer, specializing in web journalism, fullstack digital marketing, branding strategy, and Islamic educational content. More: https://kontak.link/muhzadit


Saat ini belum ada komentar