Kamis, Februari 29, 2024
Beranda blog

OPEN RECRUITMENT GURU AL-BAHJAH

0
open recruitment guru al bahjah

Assalamu’alaikum wr.wb.

Saat ini kami sedang mencari individu yang berbakat dan berdedikasi untuk bergabung bersama kami di bagian pendidikan formal Al-Bahjah. Kami mencari guru yang memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan yang holistik, berorientasi pada nilai-nilai Islam yang mengedepankan akhlakul karimah, serta memiliki minat dalam lingkup pondok pesantren.

OPEN RECRUITMENT GURU AL-BAHJAH

Posisi yang dibutuhkan

  1. Matematika
  2. Bahasa Indonesia
  3. Bahasa Arab
  4. Bahasa Inggris
  5. IPA
  6. IPS
  7. Tahfidz
  8. TIK
  9. BK
  10. PJOK
  11. Biologi
  12. Kimia
  13. Fisika
  14. Wali Kamar/Musyrif/Murokib

Kualifikasi

  1. Laki-laki dan Perempuan
  2. Lulusan Minimal S1 sesuai bidangnya (kecuali pelamar Tahfidz dan Murokib)
  3. Beriman dan bertakwa kepada Allah SWT
  4. Berakidah Ahlussunah Wal Jamaah Asy’ariah, sufiyyah, dan bermadhab
  5. Mampu membaca Al-Quran dengan baik
  6. Mampu berkerja secara mandiri maupun tim
  7. Tidak merokok
  8. Berpakaian muslim sesuai syariat
  9. Bersedia tinggal di pondok
  10. Bersedia ditempatkan di sekolah Al-Bahjah cabang Jika Anda merasa memenuhi kualifikasi di atas dan tertarik untuk bergabung dengan kami, silakan daftarkan diri Anda kirimkan semua berkas yang diperlukan ke bit.ly/OprecGuruAl-Bahjah

Wassalamu’alaikum wr.wb

Peduli Palestina, LAZ Al-Bahjah Salurkan Infak Kemanusiaan Tahap II Rp1,7 M melalui BAZNAS RI

0
LAZ Al Bahjah peduli palestina

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Bahjah menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina tahap II sebesar Rp1.746.285.736 melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai wujud kepedulian terhadap rakyat di negeri itu.

Penyaluran infak kemanusiaan untuk Palestina diserahkan langsung oleh Ketua Umum Al-Bahjah, Bambang Siswanto S.T kepada Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (23/2/2024).

Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Zainulbahar Noor, serta Deputi I Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta. Hadir pula Dewan Komite Pengarah LAZ Al-Bahjah H. Ahmad, Ketua LAZ Al-Bahjah Jefrizal Helmi, serta Dosen Sekolah Tinggi Al-Bahjah Mahbub.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LAZ Al-Bahjah yang telah mempercayakan kembali penyaluran infak kemanusiaan Palestina melalui BAZNAS RI.

“Kami ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LAZ Al Bahjah yang telah menyalurkan infak kemanusiaan Palestina tahap sebesar Rp1.746.285.736 melalui BAZNAS RI,” ujar Rizaludin.

Menurut Rizaludin, tindakan mulia ini adalah bukti nyata dari kepedulian dan kebersamaan sebagai umat yang satu, dalam menjawab panggilan kemanusiaan. Infak tersebut, lanjutnya, akan disalurkan 100 persen untuk masyarakat Palestina.

“Infak yang disalurkan ini akan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Mereka yang tengah berjuang menghadapi cobaan dan kesulitan, akan merasakan sentuhan kasih sayang dan kepedulian dari kita semua,” ucap dia.

Rizaludin berharap, dengan bantuan ini, sedikit demi sedikit, dapat meringankan beban yang dipikul dan memberikan mereka kekuatan untuk tetap bertahan dalam menghadapi ujian yang Allah berikan.

“Mari kita terus berkomitmen untuk selalu peduli dan berbuat yang terbaik bagi sesama, tidak hanya di Palestina, tetapi juga di mana pun ada kebutuhan. Semoga Allah senantiasa memberkahi langkah-langkah kita dalam berbuat kebaikan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Al-Bahjah, Bambang Siswanto S.T juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS RI yang telah menerima penyaluran infak kemanusiaan Palestina dari LAZ Al-Bahjah.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS RI atas kerja keras dan dedikasinya dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah untuk kepentingan kemanusiaan. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi upaya-upaya kita untuk kebaikan bersama,” katanya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua donatur dan dermawan yang telah memberikan infaknya untuk kepentingan kemanusiaan ini. Katanya, LAZ Al-Bahjah dengan tulus dan ikhlas bergabung dengan BAZNAS RI memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan kepada rakyat Palestina.

“Kita semua yakin sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, akan menjadi pembuka pintu rahmat dari Allah SWT. Semoga setiap rupiah yang kita sumbangkan hari ini akan menjadi sumber kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami penderitaan dan mendapatkan pahala besar dari Allah SWT,” harapnya.

Bergabunglah Bersama Kami dalam Maulid Akbar Muslimah Al Bahjah !

0

Kami dengan penuh sukacita mengundang Anda untuk hadir dalam acara Maulid Akbar Muslimah Al Bahjah “Merajut Cinta Menuju Bulan Mulia“. Acara ini akan menjadi momentum berharga bagi kita semua untuk merayakan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara kaum muslimah.

Tanggal: Selasa, 20 Februari 2024
Waktu: Pukul 06.30 WIB
Tempat: LPD Al Bahjah Cirebon

Mari bersama-sama merayakan keagungan dan keberkahan bulan mulia dengan berbagai kegiatan yang diisi dengan ilmu dan ibadah, seperti ceramah agama, tadarus Al-Qur’an, serta pembacaan shalawat dan selawat.

Kami juga sangat bangga dapat menghadirkan tokoh-tokoh agama terkemuka, seperti Al Ustadzah Asy-Syarifah Fathimah Novel Jindan, Fachriyah Novel Jindan, Ummi Fairuz Ar Rahbini, dan banyak lagi.

Acara ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan istimewa dari Asy Syarifah Haniyah Al Jailani (Pekalongan) dan Hadrah Bahjatuzzahra.

Untuk kesuksesan acara ini, kami mengajak Anda untuk menyumbangkan infaq terbaik Anda. Salurkan infaq Anda ke rekening BSI 7203 733822 atas nama Permata Rasulullah Al-Bahjah.

Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih berkah dan keberkahan dalam rangkaian acara Maulid Akbar Muslimah ini. Bersama-sama, mari kita merajut cinta menuju bulan mulia dengan kehadiran dan doa kita.

Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi infaq, silakan hubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0853 1428 1687 atau 0812 8871 4556.

Ayo Bergabunglah Bersama Kami dalam Maulid Akbar Muslimah Al Bahjah !

Persiapkan Diri Menuju Bulan Ramadhan | Ummi Fairuz Ar-Rahbini

Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Ketinggalan Sholat Berjamaah di Masjid | Buya Yahya

0

Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Ketinggalan Sholat Berjamaah di Masjid | Buya Yahya – Ketika kita berbicara tentang ibadah Islam, salat berjamaah di masjid memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Namun, dalam beberapa situasi, seseorang mungkin mengalami ketinggalan untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Buya Yahya, seorang ulama terkemuka, memberikan pandangan dan nasihat berharga mengenai hal ini.

Ini yang Harus Kamu Lakukan Ketika Ketinggalan Sholat Berjamaah di Masjid | Buya Yahya

Dalam ceramahnya, Buya Yahya seorang ulama yang juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah menyoroti pentingnya pendidikan bagi mereka yang ketinggalan sholat berjamaah di masjid. Beliau menegaskan bahwa pendidikan diperlukan tidak hanya bagi mereka yang datang tepat waktu untuk melaksanakan sholat, tetapi juga bagi mereka yang sudah berada di masjid.

Dua kisah pada zaman Nabi menjadi cerminan bagi situasi tersebut. Pertama, ada orang yang datang ke masjid setelah sholat berjamaah selesai. Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai Rasul yang penuh kasih, menawarkan kepada para sahabat untuk memberikan sedekah kepada orang tersebut dengan cara mengajaknya sholat. Nabi menganjurkan agar mereka yang sudah salat, mengulang salatnya untuk menemaninya.

Buya Yahya menyoroti pentingnya sikap tidak egois dalam situasi ini. Beliau menekankan perlunya membudayakan sikap saling menolong dan menjaga persatuan dalam komunitas Muslim. Jika ada teman yang ketinggalan, diharapkan agar yang sudah melaksanakan sholat bersedia mengulangnya untuk menemaninya. Ini adalah bentuk kepedulian dan persaudaraan sesama Muslim.

Kisah kedua yang diangkat oleh Buya Yahya adalah tentang seseorang yang sudah melaksanakan sholat di rumah dan kemudian datang ke masjid untuk sholat berjamaah. Namun, orang tersebut memilih untuk duduk di pinggir masjid setelah sholat, tanpa melaksanakan sholat berjamaah lagi. Nabi Muhammad SAW menegurnya dengan ramah, menanyakan alasannya. Orang itu menjawab bahwa dia sudah sholat di rumah.

Rasulullah SAW dengan bijak menjelaskan bahwa tempat masjid adalah tempat untuk melaksanakan sholat berjamaah dengan jamaah yang lebih banyak. Nabi mengajarkan bahwa melaksanakan sholat berjamaah di masjid membawa kebaikan dan keutamaan lebih bagi seorang Muslim. Oleh karena itu, mengulang salat berjamaah di masjid adalah sesuatu yang dianjurkan untuk tujuan membantu orang lain mendapatkan keutamaan lebih dalam ibadah mereka.

Pesan yang dapat diambil dari pandangan Buya Yahya adalah pentingnya sikap saling membantu dan menjaga persatuan dalam melaksanakan ibadah. Ketinggalan sholat berjamaah bukan hanya tanggung jawab individu yang terlambat, tetapi juga merupakan panggilan bagi sesama Muslim untuk bersikap peduli dan bersatu dalam menjalankan kewajiban ibadah.

Lebih jelas mengenai hal ini bisa anda saksikan langsung pada video youtube dibawah ini :

Dosa yang Harus Dihindari saat Memilih Pemimpin | Buya Yahya

0

Dosa yang Harus Dihindari saat Memilih Pemimpin | Buya Yahya – Dalam ceramah yang penuh hikmah, Buya Yahya mengingatkan kita tentang dosa besar yang perlu dihindari saat memilih seorang pemimpin. Penunjukan pemimpin bukan hanya masalah dunia semata, tetapi juga menyangkut amanah dan keadilan. Berikut adalah penjelasan dan panduan yang disampaikan oleh Buya Yahya.

Dosa yang Harus Dihindari saat Memilih Pemimpin | Buya Yahya

1. Hindari Memilih Pemimpin karena Kepentingan Dunia

Buya Yahya menegaskan bahwa memilih pemimpin semata-mata karena kepentingan dunia, seperti mendukung bisnis atau proyek pribadi, adalah dosa besar.Bahkan jika misalnya pemilik pondok ataupun ustad, memilih pemimpin hanya karena dijanjikan untuk dibantu dibangunkan mesjid atau pondoknya padahal kita tau bahwa pemimpin tersebut tidak baik, maka kita berdosa besar. Pemimpin seharusnya dipilih berdasarkan kualitas kepemimpinan, integritas, dan keadilan, bukan semata karena janji dukungan bisnis yang diberikan oleh calon pemimpin.

2. Pemilihan Pemimpin Harus Berdasarkan Kepantasan

Buya Yahya memberikan nasihat bahwa pemilihan pemimpin harus didasarkan pada kepantasan dan kesesuaian dengan tugas kepemimpinan. Tidak pantas jika seseorang dipilih hanya karena janji untuk mendukung proyek pondok atau masjid, tetapi tidak memiliki kualifikasi atau integritas yang diperlukan untuk memimpin dengan adil.

3. Berbeda Pilihan, Tapi Tanpa Dosa di Hadapan Allah

Buya Yahya menyampaikan bahwa jika terjadi perbedaan pilihan dalam memilih pemimpin antara sesama umat, hal tersebut bukanlah dosa di hadapan Allah. Perbedaan ijtihad dan keyakinan antarindividu dalam menilai kualitas calon pemimpin diperbolehkan. Yang terpenting adalah niat yang tulus karena Allah.Berbeda pilihan boleh boleh saja, asalkan dalam memilih pemimpin didasari oleh pertimbangan dan pemikiran yang matang dan kita yakini bahwa calon pemimpin tersebut adalah bagus, ingat yang penting memilih pemimpin bukan karena kepentingan pribadi.

Kesimpulan

Dalam penutupannya, Buya Yahya menekankan pentingnya memilih pemimpin dengan penuh pertimbangan, integritas, dan kesadaran akan tanggung jawab agama. Memilih pemimpin yang benar-benar pantas dan berkomitmen untuk keadilan adalah langkah yang tidak hanya mendukung kepentingan dunia, tetapi juga mendapat ridha Allah. Sebagai umat, kita diminta untuk berijtihad dengan hati yang tulus agar pemimpin yang dipilih mampu memberikan manfaat dan keadilan bagi masyarakat.

STAI Al-Bahjah Cirebon dan UNPARI Jalin Kerja Sama

0
STAI Al-Bahjah

STAI Al-Bahjah Cirebon dengan Universitas PGRI Silampari (UNPARI) Palembang sepakat untuk melakukan kerja sama Tridarma Perguruan Tinggi. Tridarma Perguruan Tinggi berupa Penyelenggaraan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Pengembangan Sumber Daya Institusi. Kerja sama ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang diwakili oleh Wakil Rektor III UNPARI Drs. Sukasno, M.Pd dan STAI Al-Bahjah Cirebon Wakil III Imam Abdullah Rasyid, Lc., M.A dan Wakil II Carnawi, M.Pd pada Rabu (20/12/2023).

Kedua belah pihak bukan hanya melakukan Memorandum of Understanding (MoU) Akan tetapi Implementation Agreement (IA) Prodi Pendidikan Matematika.  IA yang dilakukan saat ini berupa kegiatan dosen tamu dan review jurnal antar kedua perguruan tinggi khususnya pada prodi Pendidikan Matematika. IA ini ditanda tangani langsung oleh Ketua Prodi Tadris Matematika STAI Al-Bahjah Cirebon Susilawati, M.Pd dan Ketua Prodi Pendidikan Matematika UNPARI Idul Adha, M.Pd.

Drs. Sukasno, M.Pd mengatakan bahwa hubungan kampus UNPARI dengan STAI Al-Bahjah Cirebon bukan hanya sebatas MoU dan IA saja. Akan tetapi lebih dari itu, bahwa kita adalah keluarga meskipun berbeda pulau. Beliau juga melanjutkan tuturnya bahwa jarak yang jauh bukan menjadi hambatan, akan tetapi jarak yang jauh ini harus menjadikan kita lebih intens berkomunikasi agar keduanya lebih maju dan memberikan kebermanfaan untuk masyarakat luas lagi UNPARI dan STAI Al-Bahjah insyaallah dalam waktu dekat akan melakukan kolaborasi progam kampus merdeka, salah satunya pertukaran mahasiswa.

Sekolah di Al-Bahjah, Tempat Berkembangnya Prestasi dan Akhlak Mulia

0

Sekolah di Al-Bahjah, Tempat Berkembangnya Prestasi dan Akhlak Mulia – Pendidikan adalah tonggak utama dalam membentuk karakter dan mempersiapkan generasi penerus yang unggul. Bagi orangtua yang peduli akan pendidikan anak, SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah menawarkan paket lengkap untuk membekali buah hati dengan akhlak Al-Qur’an dan prestasi gemilang.

Siswa SMAIQU AL Bahjah sedang melaksanakan kegiatan upacara bendera

Prestasi Gemilang Melalui Pendidikan Berkualitas

SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah bukan sekadar lembaga pendidikan biasa. Mereka telah membuktikan eksistensinya dalam menghasilkan siswa-siswa berprestasi tinggi. Dengan didukung kurikulum yang komprehensif dan tenaga pendidik yang berkualitas, sekolah ini menjadi tempat yang ideal untuk mengejar prestasi akademis yang gemilang.

Ananda, M.Rahmatan Lil Alamin (Juara 1 Tingkat Provinsi Jawa Barat)
Pada Kompetisi Olimpiade Bahasa Arab Nasional (OBA) Ke-6 Tahun 2023

Siswa-siswa diberdayakan untuk mengembangkan potensi diri mereka di berbagai bidang, mulai dari ilmu pengetahuan, seni, olahraga, hingga kepemimpinan. Hasilnya, setiap siswa memiliki peluang untuk unggul dalam berbagai kegiatan dan mendapatkan pengalaman berharga yang akan membentuk karakter mereka. (Baca juga : Santri SMAIQU AL Bahjah Raih Medali Perak OBA-6 )

Akhlak Mulia Sesuai Ajaran Al-Qur’an

SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap pembentukan akhlak mulia sesuai ajaran Al-Qur’an. Melalui pendekatan islami yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, siswa diajak untuk menginternalisasi nilai-nilai kebaikan, keadilan, dan toleransi.

Pendidikan agama Islam bukan hanya sebatas mata pelajaran, tetapi menjadi bagian integral dari kehidupan di sekolah. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, penuh empati, dan bertanggung jawab.

Pendaftaran Mudah Melalui PSB Al-Bahjah

Bagi orangtua yang tertarik memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati mereka, SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah membuka Penerimaan Siswa Baru (PSB). Proses pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui psb.albahjah.or.id atau langsung di Stand Pendaftaran PSB Formal melalui desty.page/sekolah.albahjah.

Informasi Lebih Lanjut dan Kontak

  • Humas PSB: 082121320575
  • Humas SDIQu: 081222388117
  • Humas SMPIQu: 082217279997
  • Humas SMAIQu: 085155119239

Ikuti Perkembangan Sekolah di Instagram

Dapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan di SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah dengan mengunjungi akun Instagram mereka di s.id/SekolahAl-Bahjah.

Kegiatan Rihlah SDIQU Al Bahjah

Bergabunglah dengan komunitas SDIQu-SMPIQu dan SMAIQu Al-Bahjah untuk memberikan fondasi yang kokoh bagi masa depan gemilang buah hati Anda. Segera daftarkan mereka melalui PSB Al-Bahjah dan saksikan perkembangan positif anak-anak Anda di bawah bimbingan pendidikan yang holistik dan islami. (admin)

Membaca atau Merenungi Al-Qur’an Mana yang Lebih Baik? Buya Yahya

0

Dalam sebuah ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya dalam majelis di LPD AL Bahjah, beliau membahas perbedaan antara membaca Al-Qur’an secara kuantitatif dan kualitatif. Dalam artikel Membaca atau Merenungi Al-Qur’an Mana yang Lebih Baik? Buya Yahya ini, kita akan mengulas beberapa poin penting yang dibagikan oleh Buya Yahya, membahas apakah lebih baik membaca banyak ayat ataukah merenungkan makna dari setiap ayat yang dibaca.

Membaca atau Merenungi Al-Qur'an? Mana yang Lebih Baik? Buya Yahya

Memahami Keistimewaan Al-Qur’an

Buya Yahya menekankan keistimewaan Al-Qur’an, di mana membacanya bahkan tanpa memahami maknanya tetap memberikan pahala. Beliau menyoroti bahwa meskipun seseorang mungkin tidak memahami isi Al-Qur’an, tetapi tetap mendapatkan kebaikan dan pahala dari setiap huruf yang dibacanya.

Membaca dengan Tadabur

Buya Yahya menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan penuh tadabur atau merenungi makna-makna yang terkandung di dalamnya. Ia memberikan contoh bahwa membaca lima atau sepuluh ayat dengan merenungi maknanya jauh lebih bernilai dibandingkan membaca puluhan ayat tanpa memahami kontennya.

Pemahaman yang Diberikan Langsung oleh Allah

Beliau menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tulus hati akan memberikan pemahaman yang diberikan langsung oleh Allah. Meskipun seseorang mungkin tidak memahami makna ayat-ayat secara detail, hatinya akan dipenuhi dengan ketenangan dan keimanan yang kuat.

Perlahan-Lahan Membaca dan Merenung

Buya Yahya memberikan saran bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an dengan membaca terjemahannya secara perlahan-lahan. Ia menekankan bahwa proses ini adalah bentuk tadabur, di mana seseorang berusaha memahami makna dari setiap ayat yang dibaca.Sah sah saja bahkan bagus bila anda membaca alquran sembari membaca artinya, karena memang ada beberapa ayat yang memang tidak memerlukan penafsiran khusus ataupun bantuan ulama untuk memahaminya.

Pentingnya Bimbingan Ulama

Namun ada juga bebrapa ayat yang tidak mungkin kita pahami dengan sendirinya, karena memerlukan beberapa perangkat untuk memahaminya. Dalam proses memahami Al-Qur’an, Buya Yahya menyoroti pentingnya mendapatkan bimbingan dari ulama yang memiliki pemahaman yang mendalam terhadap Tafsir Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa beberapa ayat memerlukan penjelasan dari hadis Nabi SAW dan pemahaman para sahabat.

Durasi Membaca vs. Banyaknya Ayat

Sebagai jawaban atas pertanyaan apakah lebih baik membaca banyak ayat atau merenungi, Buya Yahya memberikan analogi dengan ibadah shalawat. Beliau menekankan bahwa durasi dan kualitas ibadah lebih penting daripada jumlah. Contohnya, membaca Al-Qur’an selama satu jam dengan merenungkan maknanya lebih bernilai daripada membaca banyak ayat tanpa merenungi.

Masih berkaitan dengan durasi vs Jumlah, Buya Yahya memberikan contoh dalam hal sholawat atau zikir, dimana kebanyakan orang karena fokus pada jumlah bilangan zikir, maka kualitasnya biasanya akan berkurang atau terburu-buru. Padahal 1000 zikir dalam waktu 30 menit, tidak lebih baik dari 500 zikir dalam waktu 1 jam. Keduanya baik, namun Buya Yahya memberikan nasehat bahwa lebih baik kita fokuskan pada durasi dibanding jumlah bilangan. Lebih jelasnya bisa anda saksikan pada video dibawah ini :

Lebih Bagus Membaca atau Merenungi Al-Qur’an? | Buya Yahya

Jadi Membaca atau Merenungi Al-Qur’an Mana yang Lebih Baik?

Dari ceramah Buya Yahya, kita dapat menyimpulkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan merenungkan maknanya lebih bernilai daripada membaca banyak ayat tanpa memahami. Meskipun kuantitas juga penting, kualitas dalam memahami dan merenungi setiap ayat memiliki dampak yang lebih mendalam pada hati dan iman seseorang. Oleh karena itu, dalam mengejar keberkahan dalam membaca Al-Qur’an, tadabur dan pemahaman yang mendalam perlu ditekankan. Namun jangan khawatir, Al quran memiliki keistimewaan bahwa walaupun anda tidak memahami tafsirnya, anda tetap mendapatkan pahala dengan membaca alquran, dan insya Allah anda akan diberikan pemahaman oleh Allah SWT. Semoga artikel Membaca atau Merenungi Al-Qur’an Mana yang Lebih Baik? Buya Yahya ini dapat bermanfaat bagi kita semua. (admin)

Lowongan Pendamping Santri di Yayasan Al-Bahjah

0

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yayasan Al-Bahjah membuka kesempatan bagi individu yang berkomitmen tinggi untuk bergabung sebagai Pendamping Santri. Sebagai lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembinaan karakter dan spiritualitas, kami mencari sosok yang peduli, berdedikasi, dan memiliki semangat untuk turut serta dalam membentuk generasi bangsa yang berakhlak mulia.

Persyaratan:

  1. Laki-laki dan Perempuan
  2. Belum Menikah
  3. Lulusan Minimal SMA/Pernah Belajar (mondok) di Pondok Pesantren (diutamakan)
  4. Berusia minimal 20 tahun
  5. Berakidah Ahlussunah Wal Jamaah Asy’ariah, Sufiyyah, dan Bermazhab
  6. Tidak Merokok
  7. Berpakaian Muslim Sesuai Syariat
  8. Bersedia Tinggal di Pondok
  9. Bersedia untuk Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Bagi Anda yang merasa memenuhi kriteria di atas, silakan kirimkan semua berkas persyaratan melalui
https://bit.ly/DaftarAl-Bahjah

Kami tunggu Anda untuk menjadi bagian dari pejuangnya Rasulullah SAW.

Apakah Tidur Membatalkan Wudhu? Buya Yahya Menjawab

0

Tertidur merupakan sebuah aktivitas yang manusiawi, dimanapun kita berada jika memang mengantuk berat, otomatis tubuh kita akan tertidur dengan sendirinya. Namun, muncul pertanyaan menarik dalam sebuah majelis ketika seorang jamaah bertanya pada Buya Yahya tentang apakah tidur membatalkan wudhu. Buya Yahya memberikan jawaban yang menarik dengan merujuk pada kisah seorang sahabat Nabi yang tertidur saat menunggu solat berjamaah.

Apakah Tidur Membatalkan Wudhu? Buya Yahya Menjawab

Kisah Sahabat Nabi yang Tertidur

Dalam kisah tersebut, sahabat Nabi tersebut tertidur ketika menunggu waktu solat berjamaah. Ketika terbangun, ia langsung disuruh untuk solat tanpa disuruh berwudhu kembali. Buya Yahya menggunakan kisah ini untuk memberikan penjelasan bahwa tidur tidak secara otomatis membatalkan wudhu.

Tidur Tidak Membatalkan Wudhu Dengan Syarat Ini

Kemudian kisah ini dibaca dan ditafsirkan para ulama terdahulu yang kini masuk ke dalam bahasan fiqih, tidur tidak membatalkan wudhu jika seseorang tertidur dalam posisi duduk atau selama pantatnya masih menempel di lantai. Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa wudhu tidak batal asalkan tidur dilakukan dalam posisi yang tidak mengubah kondisi wudhu, seperti duduk.

Namun, perlu diperhatikan bahwa jika seseorang tertidur dalam posisi berbaring, misalnya, maka wudhunya dianggap batal. Ini karena posisi berbaring dapat menyebabkan terjadinya hal-hal yang membatalkan wudhu, seperti keluarnya gas atau cairan dari tubuh.

Pentingnya Pemahaman Fiqih

Pentingnya memahami hal ini sebagai bagian dari pengetahuan fiqih sehari-hari, karena wudhu merupakan syarat sahnya ibadah salat. Dengan pemahaman yang tepat, umat Muslim dapat menjalankan ibadah salat dengan benar dan sesuai dengan ajaran Islam.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidur tidak secara langsung membatalkan wudhu. Namun, penting bagi setiap individu untuk memahami kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi kebersihan wudhu, seperti posisi tidur. Dengan demikian, umat Muslim dapat menjalankan ibadah salat dengan hati yang tenang dan penuh kekhusyukan. (Baca juga : 6 Rukun Wudhu yang Wajib Diketahui : Pelajaran Buya Yahya)

Demikianlah jawaban Buya Yahya terhadap pertanyaan mengenai apakah tidur membatalkan wudhu. Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadahnya sehari-hari. (Admin)

Hukum Gambar Makhluk Bernyawa dalam Islam : Buya Yahya

0

Hukum gambar makhluk bernyawa dalam islam kadang masih dipertanyakan oleh sebagian besar orang.Masih banyak dari kita yang bertanya tanya, apakah diperbolehkan? Dalam sebuah ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya, terdapat pandangan tegas terkait haramnya gambar-gambar yang memenuhi dua syarat utama, yaitu bernyawa dan berbentuk. Dalam pandangan agama islam, hal ini dijelaskan sebagai suatu yang mutlak dan tanpa debat.

Hukum Gambar Makhluk Bernyawa dalam Islam : Buya Yahya

Jenis Gambar yang Diharamkan

Menurut Buya Yahya, gambar yang diharamkan adalah gambar yang memiliki bentuk dan bernyawa, seperti gambar manusia atau binatang. Syarat pertama adalah gambar tersebut harus memiliki nyawa, dan syarat kedua adalah gambar tersebut harus berbentuk. Oleh karena itu, gambar-gambar semacam itu dianggap sebagai penyebab haram, dan memiliki, menyimpan, atau membuatnya tidak diperbolehkan, kecuali untuk keperluan anak-anak sebagai mainan.

Boleh Asalkan untuk Keperluan Anak Anak

Dalam konteks ini, Buya Yahya menyampaikan bahwa ada pengecualian untuk gambar-gambar yang berbentuk dan bernyawa jika digunakan sebagai mainan untuk anak-anak. Namun, pengecualian ini tidak berlaku untuk gambar-gambar yang memiliki bentuk dan bernyawa untuk keperluan lainnya. Hal ini ditekankan sebagai suatu hukum yang tidak memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Hukumnya jelas, haram tanpa ada perbedaan pendapat sama sekali di kalangan ulama. (Baca juga : Hukum Imunisasi Menurut Pandangan Buya Yahya )

Malaikat Rahmat Enggan Datang Jika Ada Gambar Bernyawa

Buya Yahya juga menekankan bahwa keberadaan gambar-gambar semacam itu dapat mempengaruhi kehadiran malaikat Rahmat di suatu tempat. Menurutnya, malaikat Rahmat tidak akan datang ke tempat yang dihuni oleh gambar-gambar yang diharamkan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi umat untuk memberi perhatian kepada lingkungan sekitarnya, termasuk rumah, tetangga, dan kampung halaman.

Dalam pengajaran Buya Yahya, ia memberikan contoh kasus di mana seseorang yang saleh dan beribadah memiliki gambar-gambar yang diharamkan di depan rumahnya. Meskipun orang tersebut mungkin tidak menyadari dampaknya, keberadaan gambar-gambar tersebut dapat mengakibatkan malaikat Rahmat meninggalkan tempat tersebut, sehingga berkah dalam rumah tersebut menjadi kurang.

Malaikat Rahmat Tak Akan Masuk ke Rumah Jika Ada Hal Ini | Hikmah Buya Yahya

Beritahu Kerabat Atau Tetangga yang Belum Paham dengan Lembut

Buya Yahya juga menyarankan agar pendekatan terhadap mereka yang masih kurang paham mengenai hukum gambar-gambar tertentu harus dilakukan dengan lembut. Ia memberikan contoh tentang seorang tetangga yang memasang gambar-gambar yang diharamkan, bahwa sebaiknya kita tidak merendahkan mereka. Buya Yahya menyatakan bahwa pemahaman yang kurang bisa menjadi alasan, dan oleh karena itu, perlunya memberikan pengertian dengan cara yang lembut.

Dengan demikian, dalam perspektif agama, pemahaman mengenai hukum dan etika gambar memegang peran penting dalam membentuk lingkungan yang berberkah dan menyediakan tempat yang dihadiri oleh malaikat Rahmat. Perlunya kesadaran dan pemahaman terhadap hal ini menjadi suatu aspek penting dalam kehidupan sehari-hari umat.

Lalu Bagaimana Dengan Foto Makhluk Bernyawa ?

Perlu diketahui bahwa yang dibahas diatas adalah terkait dengan gambar atau seni lukis, berbeda lagi hukumnya jika kita berbicara mengenai foto , apakah memajang foto makhluk bernyawa diperbolehkan dalam agama? simak jawaban lengkap dari Buya Yahya dalam video dibawah ini (video ditonton lengkap sampai tuntas yaa, jangan di skip skip)

Hukum Patung, Foto dan Gambar – Buya Yahya Menjawab

Semoga artikel Hukum Gambar Makhluk Bernyawa dalam Islam : Buya Yahya ini dapat menambah pemahaman dan wawasan kita semua. Jangan lupa share artikel ini baik melalu media sosial maupun grup wa yang anda miliki, semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua, aamiin. (Admin)

Artikel Populer