Diskusi Birrul Walidain, Fikih Puasa dan Rukyah Hilal Warnai Pengabdian Masyarakat PDIH UNISSULA di Al-Bahjah
- account_circle Imam Abdullah Rasyid
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cirebon – Buya Yahya bersamai 13 mahasiswa asing PDIH UNISSULA di Al-Bahjah Cirebon, Sabtu (21/2/26) guna sinergikan IPTEK dan akhlak mulia dalam diskusi Birrul Walidadain.
Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah Cirebon memperkuat posisinya sebagai mitra akademik internasional melalui agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diinisiasi oleh Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA).
Kegiatan yang berlangsung pada dilaksanakan pada Sabtu, 3 Ramadhan 1447 H / 21 Februari 2026 ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi akademisi:
- Prof. Dr. H. Jawade Hafidz, S.H., M.H. (Dekan FH UNISSULA)
- Dr. Ida Musofiana, S.H., M.H. (Sekretaris Prodi S1 Ilmu Hukum)
- Prof. Dr. Anis Mashdurohatun, S.H., M.Hum. (Ketua PDIH)
- Dr. Lathifah Hanim, S.H., M.Hum., M.KN. (Sekretaris PDIH)
Sebanyak kurang lebih 45 delegasi hadir dalam kegiatan ini, termasuk 13 mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Gambia, Mesir, Yaman, Aljazair, Maroko, Yordania, Pakistan, Timor Leste, Palestina, Sudan, Sierra Leone, dan Malaysia.
Kehadiran peserta internasional tersebut semakin memperkaya suasana diskusi dan memperluas perspektif keilmuan yang berkembang.
Dari pihak Yayasan dan Lembaga Pendidikan Al-Bahjah, kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Yayasan Bidang Pendidikan, Kepala Divisi Perguruan Tinggi, Kepala Divisi Pendidikan Formal Dikdasmen, segenap pimpinan unit pendidikan, serta keluarga besar LPD Al-Bahjah Cirebon.
Acara inti diisi dengan pemaparan materi oleh Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, dengan tema “Membangun Karakter Birrul Walidain guna Pengembangan IPTEK dalam Kerangka Rahmatan lil ‘Alamin”.
Diskusi kemudian berkembang dinamis ketika para mahasiswa asing mengangkat isu Fikih Puasa dan praktik Rukyah Hilal di negara masing-masing.
Perbincangan mengenai metode penetapan awal Ramadan, perbedaan pendekatan rukyah dan hisab, serta dinamika ijtihad di berbagai kawasan dunia Islam berlangsung hangat dan ilmiah.
Dengan pendekatan fikih yang moderat dan argumentatif, Buya Yahya memberikan penjelasan komprehensif seraya menekankan pentingnya menjaga persatuan umat di tengah perbedaan pandangan.
Suasana dialog berlangsung penuh adab, mencerminkan tradisi keilmuan Islam yang menghargai khilafiyah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata, foto bersama, serta buka puasa bersama dalam suasana kebersamaan dan ukhuwah.
Momentum ini menjadi wujud nyata sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi dalam melahirkan generasi intelektual yang unggul dalam IPTEK sekaligus kokoh dalam akhlak dan nilai-nilai keislaman.




- Penulis: Imam Abdullah Rasyid
- Editor: M. Khoiruzzadittaqwa


Saat ini belum ada komentar