Buya Yahya Terima Az Zikra, Kenang Pesan Alm Arifin Ilham
- account_circle M. Khoiruzzadittaqwa
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

Potret hangat Buya Yahya saat menyambut Ustadz Muhammad Abdul Syukur Yusuf dan rombongan Az-Zikra di Al-Bahjah Cirebon.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Al Bahjah Cirebon – Tepat pada 21 Syawal 1447 H (10/4/26), 08.30 WIB di Ruang Pertemuan Gedung Maulid Al-Bahjah, Buya Yahya menyambut rombongan dari Az Zikra.
Rombongan ini dipimpin langsung oleh Ustadz Muhammad Abdul Syukur Yusuf, sosok pengasuh yang kini meneruskan perjuangan almarhum Ustadz Arifin Ilham di Lembaga Az-Zikra.
Lewat obrolan santai dan kekeluargaan, Buya Yahya membagikan pesan mendalam tentang pentingnya memuliakan tamu tanpa pandang bulu, membuang rasa iri terhadap kesuksesan teman, serta menjaga niat ikhlas agar amal kita bernilai di akhirat.
“Kami tidak membedakan pelayanan antara tamu yang sering berkunjung atau yang jarang berkunjung. Kami selalu menyambut dengan senang dan memberikan yang terbaik untuk semua,” ucap Buya.
Ini menjadi pengingat yang indah bagi kita semua untuk selalu memuliakan siapa saja yang datang bertamu tanpa pandang bulu.
Sambil bernostalgia mengenang semangat almarhum Ustadz Arifin Ilham, Buya Yahya juga memberikan dukungan penuh untuk kemajuan Az-Zikra.
Buya menyarankan agar Ustadz Syukur dan tim terus bersemangat mengembangkan pondok pesantren serta sekolah-sekolah di sana.
Beliau berpesan agar Az-Zikra terus membuat program-program baru yang bagus dan bermanfaat, persis seperti kebiasaan almarhum dulu yang selalu memikirkan inovasi untuk umat setiap kali bertemu dengan Buya.
Namun, dari semua obrolan pagi itu, ada satu nasihat Buya Yahya yang sangat “mengena” untuk kehidupan kita sehari-hari, terutama saat melihat teman atau orang lain lebih sukses. Buya menyampaikan sebuah kalimat indah:
“Keunggulan sejati adalah di saat engkau rindu temanmu mengunggulimu.”
Dalam keseharian, kadang kita suka merasa kesal, iri, dengki, atau gendek kalau melihat teman seperjuangan lebih maju dari kita. Buya Yahya mengajak kita untuk membuang jauh-jauh perasaan itu.
Sebaliknya, kita justru harus berjuang bersama-sama dan ikut bahagia kalau teman kita sukses. Kesuksesan saudara kita adalah kebahagiaan kita juga.
Sebagai penutup perjumpaan, Buya Yahya memberikan pesan penting tentang keikhlasan hati. Beliau mengingatkan agar kita selalu meluruskan niat dalam berbuat baik. Jangan sampai kita tertipu oleh penilaian dunia.
Buya mengingatkan sebuah kekhawatiran: jangan sampai di dunia majelis terlihat sangat besar dan jamaahnya luar biasa banyak, tapi saat di akhirat nanti kita malah tidak dapat pahala apa-apa karena niatnya kurang ikhlas.
Pertemuan pagi di Cirebon ini bukan sekadar temu kangen biasa. Pesan-pesannya sangat ringan tapi dalam, mengingatkan kita untuk selalu menjaga silaturahmi, saling mendukung tanpa rasa iri, dan selalu menjaga keikhlasan hati dalam setiap langkah.




Penulis M. Khoiruzzadittaqwa
Admin & Writer, specializing in web journalism, fullstack digital marketing, branding strategy, and Islamic educational content. More: https://kontak.link/muhzadit


Saat ini belum ada komentar