Bu Nyai Melaporkan Pak Kyai karena Melecehkan Santri | Buya Yahya Menjawab

0
66

Seorang Nyai di sebuah pesantren melaporkan suaminya yang Kyai karena diduga melakukan pencabulan kepada santrinya. Istrinya melaporkan suaminya tersebut berdasarkan bukti video dan audio yang ada di HP, sedangkan sang Kyai membantahnya dan menyatakan bahwa beliau telah difitnah, bagaimana sebaiknya kita menanggapi kasus tersebut?

Buya Yahya mengingatkan kepada semuanya agar kita menguatkan rasa cinta terhadap terhadap umat Nabi Muhammad, karena tanda iman kita terhadap Allah SWT adalah ketika mendengar kemaksiatan yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad maka kita akan bersedih, bukan malah menertawakannya. Jikalau kita tidak bersedih terhadap berita kemaksiatan yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad, perlu instropeksi kembali terhadap keimanan kita.

Adapun mengenai berita Kyai yang melecehkan santri, Buya Yahya berkata bahwa kalau seandainya berita itu benar maka kita sebagai umat seharusnya bersedih karena telah mendengar salah satu umat nabi Muhammad melakukan kemaksiatan, pun apabila berita tersebut tidak benar, kita juga harus bersedih karena berarti ada umat Nabi Muhammad yang melakukan kejahatan yaitu fitnah. YA, Harusnya kita bersedih, bukan menertawakan, periksa kembali hati kita.

Ingat ! Allah maha melihat, Buya Yahya khawatir bila kita menertawakan sebuah musibah yang menimpa salah satu hamba Allah, maka Allah akan menimpakan musibah yang sama kepada kita yang menertawakannya. Kejadian ini juga seharusnya menjadi koreksi untuk diri kita, apa yang hadir dalam hati kita ketika mendengar berita salah satu umat Nabi Muhammad melakukan kemaksiatan? Apakah menertawakan,menghina dan mencaci, atau timbul perasaan sedih ? Tahukah anda bahwa bertepuk tangan atau tertawa atas kemaksiatan yang dilakukan oleh seorang umat Nabi Muhammad adalah sebuah dosa.

Kemudian mengenai urusan perzinahan, Buya Yahya mengatakan bahwa tidak bisa kita sembarangan memberitakan dan menerima berita, sebab dalam menyebutkan seseorang berzina harus ada minimal 4 saksi, kalaupun seandainya kita benar-benar yakin mendengar berita perzinahan, tidak boleh sembarangan menyebarkan berita perzinahan tersebut, Nabi Muhammad mengajarkan untuk menyembunyikan aib tersebut dan lebih baik menasehati si pelaku zina ,apalagi jika kita tidak tau kebenaran dan kepastiannya, lebih baik kita instropeksi diri, pastikan bahwa jika mendengar ada orang lain yang bermaksiat, kita bersedih hati,itu merupakan bahwa hati kita beriman.

Ingat sebuah kisah Imam Muhammad, salah satu dari minassholihin pada zaman tabiin , dikisahkan bahwasanya beliau mendengar berita di kampung ada orang berzina, kemudian beliau menangis berderai air mata dan ketakutan, kemudian ada yang bertanya kepada beliau, “apa yang menyebabkan engkau menangis seperti itu? apakah orang tersebut adalah saudaramu?” “Bukan” jawab beliau, beliau menangis karena yang berzina adalah umat Nabi Muhammad, tidak rela hati beliau.

Sekali lagi Buya Yahya mengingatkan bahwa kita tidak boleh sembarangan menyebarkan aib zina bahkan apabila kejadian tersebut benar-benar terjadi, apalagi bila kita belum tahu kepastiannya. Wallahualam Bissawab

Note : Tulisan ini ditulis oleh admin dengan mengutip video Buya Yahya Menjawab yang dapat anda saksikan dalam video youtube dibawah ini

Sahabat Buya Yahya Official Untuk mendapatkan update informasi seputar program dakwah Al-Bahjah dan Konten2 terbaru Buya Yahya Silahkan save dan chat nomor Al-Bahjah Center 0811 2464 888 atau klik link bit.ly/SahabatAlbahjah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini